Luhut Soroti Tempat Wisata yang Scan PeduliLindungi Cuma dari Perwakilan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 15:49 WIB
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan materi saat menjadi pembicara pada Diplomasi Maritim Indonesia di Jakarta, Jumat (22/2/2019). Acara tersebut untuk memperluas pandangan antara pembuat kebijakan, akademisi, dan komunitas diplomatik mengenai tujuan pemerintah Indonesia dalam bidang maritim. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama.
Luhut B Pandjaitan (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, penerapan protokol kesehatan di daerah wisata, seperti Bandung, Jawa Barat; dan Bali, sudah cukup baik. Kendati demikian, masih ditemukan sejumlah tempat wisata yang penerapan protokol kesehatannya belum ketat.

"Selain itu, tempat wisata juga relatif cukup baik. Meski kami masih menemukan penerapan physical distancing yang masih lemah," ujar Luhut dalam konferensi pers, Senin (8/11/2021).

Lemahnya penerapan protokol kesehatan itu khususnya terkait scan PeduliLindungi. Luhut mengungkapkan, masih ada tempat wisata yang melakukan scan PeduliLindungi terhadap perwakilan pengunjung saja.

"Masih ada tempat wisata yang hanya melakukan scan PeduliLindungi pada perwakilan saja," ungkap dia.

Luhut pun memastikan hal ini akan menjadi evaluasi pemerintah. Dia juga memastikan akan mendiskusikan persoalan ini kepada pemerintah daerah setempat untuk tegas menindak.

"Hal ini akan menjadi evaluasi kami dan akan kami diskusikan lebih lanjut kepada seluruh pemangku kepentingan di masing-masing daerah dan sektor tersebut," kata Luhut.

Luhut sebelumnya mengungkapkan telah menurunkan tim untuk melihat penerapan protokol kesehatan di daerah tujuan wisata seperti Bandung dan Bali. Dalam penelusuran tersebut, meski penerapan protokol kesehatan sudah cukup baik, masih ditemukan sejumlah pelanggaran.

"Namun di lain tempat juga menemukan beberapa pelanggaran di lapangan, utamanya terjadi pada beberapa restoran dan beach club yang ada di wilayah Bali," pungkas dia.

"Tidak ada paksaan untuk scan dan QR code PeduliLindungi sehingga angka tidak merepresentasikan kondisi lapangan," imbuh Luhut.

(mae/fjp)