Tak Digaji Berbulan-bulan, Petani Sawit di Riau Gelar Aksi Cap Darah

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 15:14 WIB
Puluhan petani sawit di Riau, melakukan aksi cap darah di kantor balai desa. Aksi nekat itu dilakukan karena ketua koperasi hilang dan tak digaji 3 bulan. (dok Istimewa)
Puluhan petani sawit di Riau melakukan aksi cap darah di kantor balai desa. (dok Istimewa)
Pekanbaru -

Puluhan petani sawit di Kampar, Riau, melakukan aksi tanda tangan cap darah di kantor balai desa. Aksi nekat itu dilakukan karena Ketua Koperasi Antoni Hamzah hilang dan membuat para pekerja 3 bulan tak digaji.

Informasi diterima detikcom aksi nekat itu dilakukan petani Koperasi Sawit Makmur (Kopsa-M) pada Minggu (7/11). Petani kecewa karena sang ketua hilang dan tidak pernah datang ke kantor koperasi di Pangkalan Baru.

"Satu per satu dari anggota koperasi Kopsa-M membubuhkan cap dan tanda tangan di kain putih kemarin. Kami minta dibayarkan hak kami, gaji kami sudah 3 bukan tak ada dibayar," ujar petani, Rifai, kepada wartawan di Pekanbaru, Senin (8/11/2021).

Tanda tangan dan cap darah dibuat para pekerja karena Antoni tak pernah ada kabar. Diketahui, saat ini Antoni sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Kampar karena menjadi dalang kerusuhan di rumah karyawan pada 2020.

Sebelum melakukan aksi nekat, para petani mengaku sudah berusaha menemui Antoni di Pekanbaru. Sayang, usaha mereka tidak pernah berhasil.

Pemilik nama lengkap Muhammad Rifai itu menyebut Antoni tidak pernah menyajikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) koperasi sejak 2019. Sebab itulah, petani juga minta ada auditor eksternal agar mengusut laporan.

"Kami akan minta jasa auditor eksternal untuk membongkar yang disembunyikan," kata Rifai.

Puluhan petani sawit di Riau, melakukan aksi cap darah di kantor balai desa. Aksi nekat itu dilakukan karena ketua koperasi hilang dan tak digaji 3 bulan. (dok Istimewa)Aksi nekat itu dilakukan karena ketua koperasi hilang dan tak digaji 3 bulan. (dok Istimewa)

Sementara itu, Kepala Desa Pangkalan Baru Yusry Erwin menyebut persoalan yang terjadi bikin keadaan kebun di Kopsa-M yang bermitra dengan perkebunan BUMN tidak terurus. Begitu juga gaji dan hak-hak anggota lainnya.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.