Pemprov Identifikasi Pabrik Sumber Pencemaran Paracetamol di Teluk Jakarta

ADVERTISEMENT

Pemprov Identifikasi Pabrik Sumber Pencemaran Paracetamol di Teluk Jakarta

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 13:42 WIB
Laut di Ancol Jakarta Utara, kabarnya tercemar parasetamol. (Nahda/detikcom)
Laut di Ancol Jakarta Utara tercemar parasetamol. (Nahda/detikcom)
Jakarta -

Tim gabungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menemukan pabrik sumber pencemaran di Teluk Jakarta yang menyebabkan kontaminasi paracetamol. DLH DKI mengatakan pabrik farmasi berinisial MEP itu terbukti membuang limbah medisnya di Teluk Jakarta.

"Sudah ada pabrik yang teridentifikasi, saya lupa namanya pokoknya di daerah teluk Jakarta inisialnya MEP itu farmasi," kata Kepala Dinas DKI Jakarta Asep Kuswanto di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (8/11/2021).

Asep mengatakan pabrik farmasi itu berlokasi di kawasan Teluk Jakarta, Jakarta Utara. Tim DLH DKI mengindikasi pengelolaan limbah tak berjalan baik dilihat dari temuan Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) pada air limbah.

"Dia terbukti bahwa ada kadar COD-BOD nya kemudian juga terbukti dia membuang instalasi pengolahan limbahnya juga enggak diterapkan secara baik," jelasnya.

Atas temuan ini, Pemprov DKI memberikan sanksi administrasi terhadap pabrik MEP. Dia juga meminta pabrik tersebut memperbaiki instalasi pengelolaan air limbah terpadu (IPLT) dalam kurun 3-4 bulan.

"Sudah ada sanksi administrasi juga dari kita. Kalau denda belum ada. Sanksi administrasinya surat teguran dari kita kepada perusahaan tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta selesai melakukan penelitian untuk menelusuri kandungan paracetamol di Teluk Jakarta. Hasilnya, ditemukan kandungan paracetamol sebesar 200 nanogram per liter (ng/L).

"Kajiannya memang kita sudah selesai untuk yang paracetamol. Memang nilai yang kita peroleh tidak sebesar yang ada atau yang dirilis oleh BRIN," kata Kepala Dinas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (25/10/2021).

Meskipun tak memerinci lokasi pengambilan sampel air, angka ini berbeda dari temuan BRIN yang melaporkan konsentrasi tertinggi paracetamol sebesar 610 ng/L di Teluk Angke.

"Tapi ada (kandungan paracetamol), sekitar 200 nanogram per liter. Kalau BRIN kan 600 ng/L," ujarnya.

Asep mengatakan saat ini pihaknya tengah menginvestigasi penyebab Teluk Jakarta terkontaminasi oleh paracetamol. Dugaan sementara, pencemaran disebabkan oleh limbah perusahaan.

(taa/mae)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT