AMH 2021, Menkominfo Dorong Humas Buat Konten Kreatif Berbasis Digital

Nurcholis Maarif - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 13:30 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. PLate menyampaikan sambutannya dalam peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Jakarta, Kamis (16/7/2020). Kemenkominfo meluncurkan Gernas BBI dengan mendorong transformasi digital di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) melalui pemberian stimulus maupun fasilitasi UMKM dan ultra mikro sekaligus mendorong kesadaran konsumen Indonesia memanfaatkan teknologi serta membeli produk dalam negeri. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
  *** Local Caption ***
Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar Anugerah Media Humas (AMH) tahun 2021 belum lama ini. Menkominfo Johnny G. Plate menyebut ajang ini mendorong optimalisasi peran kehumasan dan komunikasi publik dalam mendiseminasi informasi kepada masyarakat.

Ia menyatakan peran media kehumasan sangat penting dalam menciptakan konten-konten kreatif agar bisa menjangkau semua masyarakat di semua generasi, baik generasi Baby Boomers, generasi Milenial, generasi Z hingga Post generasi Z.

"Kita tidak bisa lagi hanya membuat rubrik di media cetak konvensional, namun juga menciptakan konten kreatif berbasis digital seperti video, infografis, podcast hingga virtual reality di kanal komunikasi publik baik media mainstream, media sosial, hingga media online," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (8/11/2021).

Dalam Acara Malam Anugerah Media Kehumasan 2021 di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (04/11), Johnny menyebut pelaksanaan komunikasi publik dan kehumasan pemerintah harus menerapkan inovasi.

"Agar konten-konten yang dirilis dapat menjangkau cakupan masyarakat yang lebih luas dengan demografi yang lebih beragam," paparnya.

Ia menjelaskan inovasi berbasis digital diperlukan seiring dengan peningkatan partisipasi masyarakat di ruang digital terutama generasi milenial dan generasi Z. Menurut Johnny, sejak pandemi COVID-19, sebanyak 50% generasi milenial dan generasi Z menghabiskan waktu lebih banyak di YouTube, 47% di Facebook, dan 34% di Instagram. Menurutnya, tren komunikasi media digital ini diperkirakan akan terus meningkat bahkan setelah pandemi mereda.

"Dengan semakin beragamnya kelompok sasaran yang berpartisipasi di ruang digital, semakin besar juga ruang kreativitas bagi humas dalam berkarya," tuturnya.

Ia juga mengharapkan ajang Anugerah Media Humas tahun 2021 dapat menjadi wadah untuk berkompetisi secara positif di antara insan Humas.

"Saya ucapkan selamat bagi para pemenang pada Anugerah Media Humas tahun 2021 malam ini. Terus semangat untuk para nominator dan instansi humas pemerintah dalam menciptakan karya-karya kreatif Pranata Humas. Mari terus manfaatkan kemajuan teknologi digital dalam praktik kehumasan menuju Indonesia makin digital semakin maju," ungkapnya.

Menurut Johnny, komunikasi publik dan kehumasan pemerintah merupakan instrumen-instrumen vital untuk mendiseminasikan informasi kebijakan serta program-program pemerintah dalam menangani COVID-19 secara cepat juga secara efektif.

"Jika kita menilik perjalanan penanganan pandemi COVID-19 di negeri kita, maka dapat dikatakan bahwa kinerja humas adalah kinerja yang dituntut untuk terus adaptif dan responsif terhadap perkembangan yang ada," jelasnya.

Sebagai orkestrator komunikasi publik dalam penanganan pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional, Johnny menilai berbagai capaian komunikasi publik selama ini, tidak terlepas dari kerja sama pentahelix yang dibangun, termasuk media kehumasan pemerintah.

"Oleh karenanya, saya ingin menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para Insan Humas pemerintah baik dari Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD hingga Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia," imbuhnya.

Meski demikian, Johnny mengingatkan di era disrupsi informasi saat ini, data dan informasi yang faktual menjadi semakin esensial untuk menjaga kepercayaan publik dalam upaya komunikasi publik dan kehumasan pemerintah. Merujuk pada pesan Presiden Joko Widodo, ia menegaskan arti penting wise journalism bagi para jurnalis dalam mewartakan kabar-kabar terkini, terlebih yang berkaitan dengan COVID-19.

"Hal yang sama juga dapat kita terapkan terhadap upaya komunikasi publik dan kehumasan kita agar tidak hanya sebatas mengungkapkan fakta tetapi juga senantiasa memperhitungkan dampak serta membangun humanisme dari informasi yang dipublikasikan," tandasnya.

Lihat juga video 'Satelit Nano Indonesia Dijadwalkan Meluncur Tahun 2022':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)