Wawancara Eksklusif Marsekal Hadi Tjahjanto (3)

Panglima Ungkap Kesejahteraan hingga 19 Ribu Prajurit Kena COVID

Audrey Santoso, Sudrajat - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 11:10 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: Dok. Puspen TNI)
Jakarta -

Dari sisi kesejahteraan prajurit, apa saja perbaikan yang dilakukan di masa kepemimpinan Bapak?

Secara sederhana, kesejahteraan dapat dikaitkan dengan beberapa hal seperti perumahan serta pendapatan seperti gaji ataupun tunjangan. Setiap tahunnya TNI mengalokasikan dana untuk pembangunan maupun perbaikan perumahan prajurit, baik yang berupa rumah tapak maupun rumah susun. Selain itu TNI juga memiliki program Tabungan Wajib Perumahan (TWP) yang memungkinkan prajurit untuk mencicil agar dapat memiliki rumah pribadi.

Untuk tunjangan, sejak bulan Juli 2018, dana dukungan operasi bagi Babinsa telah mendapatkan kenaikan. Untuk Koramil tipe A naik dari Rp 104.000 menjadi Rp 900.000,00 dan koramil tipe B dari Rp 440.000,00 menjadi Rp 1.200.000,00

Kalau untuk membantu meringankan para prajurit dalam mendapatkan akses pendidikan yang kian mahal?

Untuk pendidikan, TNI telah bekerja sama dengan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Melalui kerja sama tersebut, prajurit-prajurit TNI yang memenuhi syarat dapat mengikuti pendidikan di berbagai lembaga pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Setiap tahunnya puluhan perwira TNI mengikuti dan mendapatkan manfaat dari program tersebut. Dapat dibayangkan saat ini sudah terdapat banyak sekali perwira TNI yang merupakan lulusan dari program LPDP yang kemudian menerapkan ilmunya di berbagai satuan TNI di seluruh Indonesia.

Selama pandemi, bagaimana kondisi kesehatan di lingkungan TNI. Berapa banyak prajurit maupun perwira yang terpapar virus Corona?

Selama masa pandemi, TNI tentunya berupaya untuk memelihara dan menjaga kondisi kesehatan personel, perkantoran, maupun pangkalan TNI. TNI melaksanakan berbagai ketentuan yang telah digariskan oleh Pemerintah seperti work from home, pembatasan interaksi langsung, tracing kontak erat, isolasi mandiri, isolasi terpusat, dan sebagainya.

Hal itu tentunya merupakan tantangan tersendiri mengingat TNI dipercaya untuk melaksanakan berbagai tugas untuk mendukung program penanganan pandemi. Prajurit-prajurit TNI dikerahkan dalam evakuasi WNI dari luar negeri, mengawaki berbagai rumah sakit darurat dan merawat pasien di ratusan fasilitas kesehatan TNI, melaksanakan operasi pendisiplinan protokol kesehatan, mengawasi pembatasan kegiatan masyarakat, membagikan sembako, bantuan sosial, dan obat-obatan, melaksanakan tracing kontak erat, dan sebagainya.

Sampai saat ini anggota TNI yang terkonfirmasi positif COVID-19 berjumlah 19.693 orang prajurit dan 4.598 PNS. 19.495 prajurit dan 4.521 PNS sudah sembuh. Namun 174 prajurit dan 77 orang PNS TNI meninggal.

Kementerian Dalam Negeri berencana melibatkan para perwira tinggi Polri dan TNI untuk menduduki 271 kursi kepala daerah yang akan kosong mulai 2022. Bagaimana sikap Bapak Panglima TNI, mengingat kalangan masyarakat sipil mengkritik rencana tersebut sebagai langkah set-back?

Perwira tinggi TNI dan Polri adalah personel-personel yang sangat profesional, memiliki pengalaman yang sangat luas, termasuk pengalaman untuk memimpin, berkomunikasi, berkoordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai instansi. Wawasan dan pengalaman semacam itu tentu akan sangat berharga dan bermanfaat dalam melaksanakan tugas, termasuk apabila dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai pelaksana tugas kepala daerah. Dengan demikian jalannnya pemerintahan di daerah-daerah tersebut diharapkan tetap dapat berjalan dengan baik.

Mengingat posisi tersebut hanya merupakan posisi pelaksana tugas, maka pada saatnya nanti yang bersangkutan pasti akan harus menyerahkan jabatan tersebut kepada pejabat definitif hasil pilkada yang telah disahkan dan dilantik. Sudah terdapat banyak contoh pelaksanaan tugas dan kepercayaan semacam itu yang dilaksanakan oleh perwira-perwira TNI dan Polri. Terbukti selama ini tidak pernah timbul masalah pada posisi-posisi tersebut. Sehingga berbagai kekhawatiran yang selama ini disuarakan oleh segelintir orang merupakan kekhawatiran yang sebetulnya kurang tepat.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.