Rachel Vennya Penuhi Pemeriksaan Tersangka Kasus Kabur Karantina

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 10:23 WIB
Rachel Vennya penuhi pemeriksaan sebagai tersangka kasus kabur karantina
Rachel Vennya penuhi pemeriksaan sebagai tersangka kasus kabur karantina (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Rachel Vennya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kabur saat karantina di RSDC Pademangan. Pagi ini Rachel Vennya memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka di Polda Metro Jaya.

Pantauan detikcom, Rachel Vennya tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.19 WIB. Dia tiba bersama kekasihnya, Salim Nauderer, dan pengacaranya, Indra Raharja.

Rachel Vennya diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kabur karantina pada Rabu (3/11). Selain Rachel Vennya, manajer dan kekasihnya, Maulida Khairunnia dan Salim Nauderer turut ditetapkan tersangka.

Selain itu satu orang petugas protokoler Bandara Soekarno-Hatta inisial OP juga ditetapkan tersangka oleh polisi. Tersangka OP diketahui berperan dalam membantu kaburnya selebgram itu dari karantina di RSDC Pademangan.

Rachel Vennya dijerat dengan UU Karantina Kesehatan. Selebgram itu terancam hukuman satu tahun penjara.

Atas dasar itu, polisi tidak melakukan penahanan kepada Rachel Vennya.

"Secara subjektif seperti ini ancamannya satu tahun penjara. Kalau lima tahun ke atas baru kita tahan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi Rabu (3/11).

Penetapan Rachel Vennya sebagai tersangka kasus kabur karantina dilalui dengan serangkaian penyelidikan hingga penyidikan. Setidaknya ada empat alat bukti yang dikantongi polisi saat menetapkan selebgram tersebut sebagai tersangka.

"Alat bukti pasti ada. Alat bukti terdiri dari empat. Keterangan saksi, keterangan ahli, bukti petunjuk, terus kemudian keterangan dokumen," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat dihubungi detikcom, Rabu (3/11).

Menurut Ade, dari empat alat bukti itu ada benang merah yang sama. Rachel Vennya diketahui melakukan pelanggaran protokol kesehatan berupa kabur saat karantina.

"Keterangan saksi betul dia keluar dari (RSDC Pademangan), tidak melalui proses karantina. Karantina tidak selesai. Dari keterangan saksi dapat, dari keterangan ahli bahwa sekarang masih diberlakukan seperti itu (kewajiban karantina) dapat, kemudian dari dokumen juga dapat. Alat buktinya ada," terang Ade.

(ygs/mea)