ADVERTISEMENT

Kok Bisa Ada yang Tega Bikin Konten 'Panggil Arwah' Vanessa Angel?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 07 Nov 2021 20:00 WIB
Para pelayat terus berdatangan ke makam Vanessa Angel (Nahda-detikcom)
Foto: Para pelayat terus berdatangan ke makam Vanessa Angel (Nahda-detikcom)
Jakarta -

Konten Youtuber yang mengaku 'memanggil arwah' Vanessa Angel banjir kecaman dari banyak pihak. Kenapa ya ada yang bisa-bisanya membuat konten seperti itu di tengah duka?

"Ini yang disebut dengan opportunism (perilaku opportunistik) yaitu kemampuan untuk mengeksploitasi suatu peristiwa atau situasi tanpa memikirkan konsekuensi yang ditimbulkan kepada orang lain," ujar Psikolog Tiara Puspita, M.Psi kepada detikcom, Minggu (7/11/2021).

Lalu mengapa si pembuat konten bisa setega itu terhadap Vanessa dan keluarganya? Tiara menjelaskan bahwa hal itu karena semata-mata didorong oleh keuntungan pribadi semata.

"Bagaimana bisa 'setega' itu? Biasanya hal ini didorong oleh motif untuk memperoleh keuntungan pribadi, jadi tidak ada empati atau tidak ada upaya untuk menempatkan dirinya di pihak yang dieksploitasi. Biasanya orang yang opportunistik bertindak dan berpikir atas keuntungan pribadinya saja, tanpa memikirkan orang lain," ujarnya.

Orang dengan opportunism ini menurut Tiara sukar untuk mengenal batas perilaku. Orang opportunism biasanya hanya bertindak pada kesenangannya.

"Orang yang mampu melakukan hal seperti ini biasanya juga memiliki kesulitan untuk mengetahui batasan perilaku yang tepat, layak atau tidak layak, merugikan atau tidak merugikan orang lain, dan hanya bertindak atas self-interestnya saja," tuturnya.

Tiara mengimbau masyarakat agar tidak memberi panggung kepada orang seperti itu. Dia juga meminta agar si pembuat konten berintropeksi lagi.

"Untuk masyarakat, jangan memberikan panggung atau atensi pada orang-orang yang gemar mengeksploitasi suatu peristiwa atau musibah yang terjadi pada orang lain karena reaksi seperti inilah yang justru dicari oleh pelaku. Untuk para pembuat konten, sebaiknya sebelum bertindak atau membuat konten, kita perlu memikirkan dampak perilaku kita terhadap orang lain dan masyarakat. Jangan sampai akhirnya demi konten viral sesaat kita mengabaikan moral dan empati kita terhadap orang lain," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT