Imparsial Kritik Baju Army Look Anggota DPR Saat Uji Calon Panglima TNI

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 07 Nov 2021 15:56 WIB
Komisi I DPR RI menyetujui Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI usai menggelar fit and proper test.
Foto: Calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa berfoto dengan para anggota DPR Komisi I (Agung Pambudhy)
Jakarta -

Beberapa anggota Komisi I DPR RI memakai baju hijau army a la tentara saat melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Komisi I DPR pun tuai kritik karena memakai baju ini.

Peneliti dari Imparsial, Husein Ahmad mengatakan memang tidak ada aturan yang melarang para anggota DPR memakai baju hijau army saat fit and proper test panglima TNI. Namun, hal tersebut menurut Husein tidaklah lazim.

"Boleh aja (pakai baju hijau army). Tapi nggak lazim di parlemen negara-negara demokrasi," kata Husein kepada wartawan, Minggu (7/11/2021).

Dia mengatakan bahwa baju 'militeristik' seperti itu cuma dipakai di negara-negara otoriter. Yaitu negara-negara yang mengadopsi militerisme.

"Biasanya Parlemen yang pakai baju yang 'militeristik' cuma ada di negara-negara yang otoriter atau fasis misalnya Tiongkok, Kuba dan lain sebagainya. Karena negara-negara itu mengadopsi militerisme ke dalam kehidupan bernegaranya," ungkapnya.

Menurutnya baju hijau army itu aneh jika dipakai oleh anggota parlemen negara demokrasi. Hal ini justru bisa mengesankan bahwa anggota DPR bukan mewakili rakyat.

"Menjadi aneh kalau itu dilakukan di negara demokrasi. Dalam negara demokrasi lazimnya wakil rakyat menampilkan dirinya sebagai representasi yang diwakili (rakyat). Kalau begini kan ada kesan kalau anggota DPR bukan wakili rakyat tapi wakili kelas yang gaya berpakaiannya mereka pakai itu," tuturnya.

Lihat Video: Janji-janji Jenderal Andika Jika Jadi Panglima TNI

[Gambas:Video 20detik]