Analisis BMKG soal Gempa Bolsel Sulut, Kekuatan Diperbarui Jadi M 6

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 07 Nov 2021 07:23 WIB
Petugas mengukur panjang amplitudo letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) dari data rekam seismograf di Pos Pengamatan GAK Pasauran, Serang, Banten, Kamis (27/12/2018). PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) menaikan status GAK dari WASPADA ke level SIAGA sejak Kamis (27/12) karena frekwensi letusan meningkat dengan amplitudo rata-rata 25 milimeter diiringi dentuman cukup keras. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/hp.
Foto: Seismograf, alat perekam gempa (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Bolaang Mongondow Selatan -

Gempa kuat mengguncang Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara (Sulut) tadi malam. Semula bermagnitudo (M) 6,2, kini BMKG memperbarui data gempa tersebut berkekuatan 6,0.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa yang terjadi memiliki magnitudo Mw6,0," ujar Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikcom, Minggu (7/11/2021).

Daryono mengatakan gempa terletak pada koordinat 0,13 lintang selatan dan 124,39 bujur timur. Kedalaman gempa sekitar 44 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Bolaang Mongondow-Minahasa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi Lempeng Sangihe dengan mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault)," jelas Daryono.

Diberitakan sebelumnya, gempa terjadi pada Sabtu (6/11) pukul 21.37 WIB. Pusat gempa berada di laut 71 km tenggara Bolaang Mongondow Selatan.

"Tidak berpotensi TSUNAMI," tulis BMKG.

Gempa dirasakan dengan skala IV-V MMI di Bolaang Mongondow Timur, skala III-IV di Kotamobagu, skala III di Bolaang Mongondow, skala III di Talibu, skala III di Gorontalo, skala III di Bitung, skala II-III di Manado, dan skala II-III di Tomohon.

Skala II artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sementara skala III yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Skala IV artinya gempa dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi. Lalu skala V artinya getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Tonton Video: Warga Gelar Ritual Tolak Gempa Ambarawa

[Gambas:Video 20detik]



(isa/imk)