ADVERTISEMENT

Seabad Terate Emas, LaNyalla Minta Hayati & Amalkan Falsafah PSHT

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 06 Nov 2021 20:33 WIB
Ketua DPD Hadiri Rapat Koordinasi Nasional Perwakilan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)
Foto: DPD
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Perwakilan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Tahun 2021 'Satu Abad Terate Emas' secara virtual, Sabtu (6/11).

Dalam sambutannya, LaNyalla mengajak seluruh warga PSHT untuk selalu mengamalkan falsafah kehidupan yang mereka miliki. Sebab, ia menilai falsafah yang terkandung dalam kalimat-kalimat bijak tersebut harus menjadi pegangan dan prinsip hidup warga PSHT secara turun temurun.

"PSHT dikenal memiliki banyak sekali falsafah kehidupan yang sangat bijak. Yang saya tahu, sedikitnya ada 30 kalimat bijak. Ini harus dihayati, direnungkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Artinya bukan hanya sebagai jargon belaka, tetapi harus benar-benar diimplementasikan," kata LaNyalla dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/11/2021).

LaNyalla lebih lanjut menjelaskan selain falsafah hidup, pendiri PSHT, Ki Hajar Hardjo Oetomo, juga selalu menekankan landasan hikmat setiap warga PSHT. Adapun landasan ini yaitu mewujudkan Memayu Hayuning Bawono, atau memperindah keindahan dunia melalui masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera lahir batin.

Menurut LaNyalla, semangat tersebut persis dengan tujuan bangsa yang dicetuskan melalui amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam hal ini, ujung tujuan bangsa adalah mewujudkan sila ke-5 Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Makanya saya bangga berada di tengah-tengah Warga PSHT, yang memiliki cita-cita luhur yang sama dengan para pendiri bangsa ini," ucapnya.

Namun, LaNyalla menyebut saat ini cita-cita luhur para pendiri bangsa belum dapat terwujud. Oleh karena itu, ia mengajak semua elemen untuk bersatu, bekerja keras dan berkontribusi nyata untuk membuat Indonesia lebih baik.

"Dalam beberapa kesempatan, saya selalu menyampaikan rencana Amandemen Konstitusi perubahan ke-5 yang sekarang tengah bergulir, harus dimanfaatkan untuk memikirkan agar Indonesia dapat segera mewujudkan cita-citanya. Itulah pentingnya kita menyatukan pikiran dan kebatinan juga pemahaman kepada rakyat, khususnya kelompok-kelompok masyarakat, termasuk warga PSHT sebagai pegiat dan penjaga warisan kebudayaan," jelasnya.

Senator asal Jawa Timur itu pun menambahkan PSHT telah memiliki dedikasi besar bagi kemerdekaan. Mengingat cikal bakal PSHT telah ada sejak tahun 1903, saat Ki Ageng Ngabehi Surodiwiryo meletakkan dasar gaya pencak silat Setia Hati di Kampung Tambak Gringsing, Surabaya.

Kemudian, hal ini diteruskan muridnya, Ki Hajar Harjo Utomo, yang pada tahun 1922 di Madiun, mendirikan perguruan Pentjak Sport Club dan menjadi Pemuda Sport Club.

"Sumbangsih luar biasa pendiri PSHT inilah yang melahirkan cikal bakal pendekar di kalangan rakyat. Pada akhirnya mereka menjadi pejuang kemerdekaan," katanya.

LaNyalla menyebut kontribusi PSHT penting bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pasalnya, pendekar-pendekar PSHT, yang dididik langsung oleh Ki Hajar Harjo Utomo, juga menjadi pejuang perintis kemerdekaan bangsa Indonesia.

"Makanya kita sebagai warga PSHT harus bangga. Apalagi kini anggotanya sudah mencapai 15 juta. Baik di Indonesia maupun di luar negeri. Yang terpenting kemudian, kita semua harus bersatu, membantu bangsa ini dalam pembangunan ke depan," paparnya.

Dalam kesempatan itu, LaNyalla juga menyinggung soal konflik internal PSHT. Menurutnya, hal tersebut perlu disikapi dengan dewasa. Pasalnya, Dewan Pembina PSHT ini menilai kebenaran bisa disalahkan, tetapi kebenaran tidak akan bisa dikalahkan.

"Sejalan dengan ajaran luhur Warga PSHT, bahwa 'Sing Resik, Uripe Bakal Mulyo', atau yang bersih hidupnya akan mulia. Indonesia adalah negara hukum. Pasti pada akhirnya akan membela dan membenarkan siapa yang secara hukum sudah dinyatakan benar," tutupnya.

(fhs/fhs)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT