Rugikan Nasabah Rp 186 M, PT PAC Terdakwa MI Jiwasraya Dipolisikan

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Sabtu, 06 Nov 2021 17:27 WIB
Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Terpisah, kuasa hukum 133 korban PT PAC, Heber Sihombing, mengungkapkan kliennya menjadi korban reksa dana. Heber menduga reksa dana yang dijalankan PT PAC bodong.

"Klien saya sebagai korban reksa dana. Patut diduga (reksa dana bodong). (PT PAC) salah satu tersangka korporat kasus Jiwasraya juga," terang Heber.

Heber membeberkan kenapa para nasabah awalnya tertarik berinvestasi di PT PAC. Saat itu, nasabah dijanjikan akan mendapat keuntungan berupa bunga tetap sebesar 9-12 persen per tahun dengan tenor 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Korban pun tertarik menyerahkan uang kepada PT PAC.

Namun PT PAC diduga menggunakan uang korban untuk membeli portofolio saham milik kelompok mereka yang jelek secara sengaja, sehingga para korban tidak bisa mencairkan uang mereka.

"Sejak Oktober 2019, pada saat para korban ingin melakukan redeem atau pencairan sesuai dengan janji-janji yang diberikan oleh PT PAC, ternyata PT PAC tidak dapat mengembalikan uang beserta keuntungan yang dijanjikan sebelumnya," papar Heber.

Heber mengatakan laporan ini masih dalam tahap penyelidikan. Dia memohon kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menaikkan laporan tersebut ke ranah penyidikan.


(drg/maa)