Andre Rosiade Beri Bantuan ke Penjual Gorengan yang Sempat Melahirkan di Jalan

ADVERTISEMENT

Andre Rosiade Beri Bantuan ke Penjual Gorengan yang Sempat Melahirkan di Jalan

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 06 Nov 2021 16:30 WIB
Andre Rosiade Beri Bantuan Uang Tunai & Sembako ke Penjual Gorengan
Foto: Istimewa
Jakarta -

Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade memberikan bantuan uang tunai dan sembako ke keluarga Lindrawati (39) dan Feri Fadillah (45), warga Dadok Tunggul Hitam, Koto Tangah, Padang. Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Ketua DPD Gerindra Sumbar Nurhaida, Wakil Sekretaris DPD Gerindra Sumbar Zulkifli dan Wakil Bendahara DPD Gerindra Sumbar Rina Shintya.

Diketahui, Lindrawati merupakan penjual gorengan yang sempat melahirkan di Jalan Beton dekat rumahnya. Namun sayangnya, anaknya yang saat itu lahir prematur hanya dapat bertahan selama tiga hari saja.

Mendengar hal ini, Andre mengaku terharu mendengar kisah keluarga Feri dan Lindrawati. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga dan membantu usaha gorengannya.

"Semoga bantuan yang sedikit ini bisa meringankan beban keluarga pak Feri. Bisa juga untuk modal berjualan gorengan kembali. Semoga bedah rumahnya segera tuntas dan rumah jadi layak huni," kata Andre dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/6/2021).

Sementara itu, Nurhaida juga mengatakan prihatin dengan kondisi keluarga Feri di Dadok Tunggul Hitam.

"Awalnya memang kami masukkan data bedah rumah saja. Tapi, karena ada kondisi yang mendesak dan anak mereka yang baru lahir juga meninggal, ketua Andre Rosiade menambah dengan uang tunai dan sembako," kata Nurhaida.

Di sisi lain, Lindra mengaku tak menyangka akan melahirkan di usia kehamilan yang baru masuk tujuh bulan. Bahkan, ia mengatakan anak keempatnya itu sudah mulai lahir di Jalan Beton dekat rumahnya. Namun, Lindrawati bercerita anaknya tidak dapat bertahan lama, hanya tiga hari saja.

"Saya pulang belanja di kedai dekat rumah juga, eh tiba-tiba perut sakit dan anak keluar. Untuk sempat disambut dan terduduk di jalan," katanya.

"Mungkin ini takdir tuhan, dan kami pasrah saja menerimanya. Insya Allah kami tabah dan tetap menjalani hidup seperti biasa," imbuhnya.

Soal usahanya, Lindra mengatakan sejak beberapa waktu lalu, ia sudah tidak lagi berjualan gorengan karena tak ada modal. Selain itu, pembeli juga jauh berkurang karena rata-rata ekonomi warga di sekitar rumahnya sama sepertinya.

"Bapak anak-anak juga sudah jarang ngojek, karena orderan juga sepi," kata Lindra.

Lindra menyebut saat ini suaminya lebih banyak di rumah membantu tukang, yang bekerja membedah rumah mereka agar layak huni.

"Lumayan untuk menghemat biaya tukang, karena kami membuat rumah sedikit lebih luas dari awalnya. Anak ada tiga, dua perempuan," ungkapnya.

Sementara Feri mengatakan saat anaknya lahir dan meninggal, kondisi ekonomi mereka sedang sangat susah. Mengingat saat itu, Lindra tak berjualan gorengan dan ia juga tidak mengojek. Untungnya, Feri mengatakan ada keluarga dan tetangga yang membantu.

Ia juga bersyukur karena mendapat bantuan dari Andre. Feri dan Lindra pun berterima kasih atas bantuan Andre yang tidak putus-putus kepada keluarganya.

"Alhamdulillah, hari itu ada tetangga yang membantu dan juga keluarga. Sekarang ada pak Andre Rosiade yang memberikan kami uang dan sembako," katanya.

"Kami doakan pak Andre dan keluarga sehat selalu dan bisa terus membantu masyarakat banyak. Kami benar-benar salut kepada perjuangan pak Andre untuk masyarakat Sumbar," tutup Feri.

(fhs/fhs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT