Pimpinan DPR Ungkap Rencana Andika Tak Pakai Pendekatan Perang di Papua

Azhar Bagas Ramadhan, Adhyasta Dirgantara - detikNews
Sabtu, 06 Nov 2021 15:42 WIB
Komisi I DPR RI menyetujui Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI usai menggelar fit and proper test.
Jenderal Andika Perkasa (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Komisi I DPR RI menyetujui KSAD Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI. Wakil Ketua DPR RI Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan Andika berencana tidak lagi memakai pendekatan perang dalam menangani isu Papua.

"Prinsip beliau disampaikan tadi bagaimana memenangkan pertempuran tanpa peperangan," ujar Lodewijk kepada wartawan, Sabtu (6/11/2021).

"Artinya, ada pendekatan lunak yang dia lakukan, pendekatan sosial yang dilakukan. Ujung-ujungnya masalahnya juga bisa diselesaikan. Kita berharap demikian," sambungnya.

Lodewijk mengatakan Andika akan menyelesaikan konflik di Papua dengan memanfaatkan operasi pembinaan teritorial. TNI lebih mengedepankan komunikasi.

"Andalan dia bukan satuan tempur, tapi satuan-satuan teritorial yang digelar, mulai Babinsa, Tamtama, dan Kodim, dan itu yang diperkuat," terang Lodewijk.

Lodewijk mengklaim Andika Perkasa sudah mulai menyiapkan satuan teritorial di Papua. Para prajurit dilakukan seleksi khusus terlebih dahulu.

"Pak Andika sudah mulai dengan menggelar satuan-satuan teritorial di sana, karena diambil dari seluruh prajurit Angkatan Darat, tentunya diseleksi karena berbicara, ada kriteria khusus bagi seorang prajurit," tuturnya.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi NasDem, Hasbi Anshory, juga mengungkapkan rencana Andika tak lagi menggunakan pendekatan militer dalam isu Papua. Dia menyebut Andika sebagai seorang kesatria.

"Jadi yang pertama kalau saya lihat Panglima TNI itu orangnya kesatria. Dia tidak menutup-nutupi bahwa terhadap kelemahan, dia sampaikan bahwa ada kelemahan dan dia akan mencoba penyelesaian Papua itu sehumanis, tidak lagi dengan pendekatan militer," kata Hasbi.

Dia menilai pendekatan yang dilakukan terkait isu Papua sejak dulu tergolong keras. Kini, kata Hasbi, Andika ingin menggunakan pendekatan humanis.

"Ya mungkin dari militer itu tidak sekeras yang dulu, bukan kita mengatakan dulu keras ya, tapi pokoknya calon Panglima TNI menginginkan secara humanis, pendekatannya tidak lagi secara militer," kata Hasbi.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan video 'Prioritas Utama Andika Perkasa Usai Disetujui Jadi Panglima TNI':

[Gambas:Video 20detik]