26 Rumah di 4 Desa di Maluku Tengah Rusak Akibat Gempa M 5,9

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 10:53 WIB
gempa maluku
Titik gempa M 5,9 di Maluku Tengah (Foto: dok BMKG)
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,9 yang terjadi di Maluku Tengah kemarin. Sebanyak 26 rumah di 4 desa di kabupaten itu mengalami kerusakan.

"BPBD Kabupaten Maluku Tengah melaporkan sebanyak 26 unit rumah warga rusak," kata Plt Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Jumat (5/11/2021).

Gempa tersebut terjadi pada Kamis (4/11), pukul 09.42 WIB. Petugas masih mendata tingkat kerusakan dan dampak yang terjadi seusai gempa.

Perkembangan situasi pada Kamis (4/11) per pukul 19.20 WIB, guncangan gempa berdampak pada 4 desa di Kecamatan Seram Utara, yaitu Desa Sawai, Olong, Besi, dan Masidulan.

"Percepatan penanganan bencana gempa bumi, BPBD Kabupaten Maluku Tengah terus melakukan koordinasi dan kaji cepat, seperti kerusakan maupun warga yang rumahnya terdampak gempa," katanya.

Tak Ada Korban Jiwa

Hingga malam ini, BPBD setempat melaporkan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Di samping itu, personel BPBD di lapangan menginformasikan kepada warga untuk tetap waspada dan memantau informasi kejadian dari sumber resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Terjadinya Gempa

Gempa M 5,9 terjadi di Maluku Tengah pada Kamis (4/11) pukul 09.42 WIB. Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Pusat gempa berada di koordinat 2,81 Lintang Selatan (LS) dan 129,34 Bujur Timur (BT) atau pada 69 km timur laut Maluku Tengah.

BMKG menyatakan bahwa gempa yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat sesar naik Seram Utara. Parameter pusat gempa berada pada 69 km timur laut Maluku Tengah dan berkedalaman 10 km.

Getaran gempa dirasakan di sejumlah daerah. Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa dirasakan dalam skala V MMI (Modified Mercalli Intensity) di Desa Sawai, Pulau Seram, Maluku Tengah. Skala V MMI artinya getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Selain itu, gempa dirasakan dalam skala IV MMI di Desa Wahai, Pulau Seram, Maluku Tengah, Maluku. Skala IV MMI artinya pada siang hari dirasakan orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.

Gempa juga dirasakan dalam skala III MMI di Ambon, Masohi, dan Saparua. Skala III MMI artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah dan getaran dirasakan seperti ada truk melintas.

Simak video 'BMKG Minta Masyarakat Waspadai Tsunami yang Tidak Dipicu Gempa':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/nvl)