Mahasiswi Unri Ungkap Sosok Dosen Diduga Menciumnya Saat Bimbingan Skripsi

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 00:08 WIB
Pekanbaru -

Dugaan pelecehan seksual dialami seorang mahasiswi di Universitas Riau (Unri) saat bimbingan skripsi. Pelaku tak lain adalah Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unri berinisial SH.

Pengakuan mengejutkan itu disampaikan mahasiswi angkatan 2018 jurusan Hubungan Internasional di kampus biru langit tersebut. Dalam video beredar, Kamis (4/11/2021), mahasiswi itu mengaku telah dilecehkan oleh dosen pembimbingnya di lingkungan kampus.

"Kronologinya terjadi pada 27 Oktober lalu, hari Rabu sekitar pukul 12.30 Wib," terang mahasiswi tersebut membuka cerita yang menyayat hati atas dugaan pelecehan oleh dosennya.

Dia mengaku datang ke kampus di Jalan HR Soebrantas untuk bimbingan skripsi. Saat itu, dosen pembimbingya kebetulan Dekan Fisip berinsial SH.

"Saya ingin menemui Bapak SH untuk bimbingan skripsi. Saya bimbingan skripsi di ruang dekan Fisip Unri," katanya.

Di ruangan hanya ada mahasiswi tersebut dengan sang dekan. Tidak ada orang lain selama bimbingan skripsinya berlangsung.

SH kemudian memulai dengan bertanya soal pekerjaan dan kehidupannya sehari-hari. Di tengah perjalanan, mahasiswi itu dibuat kaget dengan ucapan 'I Love You' dari sang dekan.

"Beberapa kali mengatakan kata-kata yang membuat saya tak nyaman. Seperti 'I Love You' dan membuat saya terkejut," ucapnya.

Bimbingan skripsi kembali berlanjut hingga selesai. Saat mahasiswi itu akan pamit dan bersalaman, tangannya tiba-tiba dipegang erat.

Tubuh sang dosen dirapatkan, 'cup' ciuman mendarat di pipi kiri dan kening mahasiswi tersebut. Mahasiswi yang sudah ketakutan itu tertunduk.

Namun kepalanya kembali didongakkan ke atas. "Mana bibir, mana bibir," begitulah ucapan dosen tersebut yang membuatnya kembali terkejut dan merasa terhina.

"Saya lemas, ketakutan dan saya dorong. Lalu beliau mengatakan 'Ya sudah kalau tidak mau'. Saya langsung meninggalkan ruang dekan dan kampus dengan gemetar," katanya yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Sementara Rektor Prof Aras Mulyadi dan Humas Universitas Riau Rioni Imron belum merespon. Panggilan telepon dan pesan singkat yang dikirim detikcom belum ada balasan.

(ras/fas)