Miris! 2 Pria di Muara Baru Jakut Jualan Sabu demi Beli Sabu

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 04 Nov 2021 17:32 WIB
Polsek Muara Baru menangkap pengedar sabu
Polsek Muara Baru menangkap pengedar sabu (Wildan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

Dua pria pengedar narkotika jenis sabu di Muara Baru, Jakarta Utara, diringkus polisi. Hampir 10 gram sabu siap edar disita polisi dari kedua pelaku.

Kapolsek Kawasan Muara Baru AKP M Debby Tri Andrestian mengatakan transaksi jual-beli sabu dilakukan tersangka untuk mencari keuntungan pribadi.

"Per paket dapat untung Rp 100 ribu sampai dengan Rp 200 ribu. Keuntungan untuk pribadi dia, salah satunya untuk beli narkoba lagi," katanya dalam konferensi pers di Polsek Kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, Kamis (4/11/2021).

Dari kedua pelaku ini, polisi menyita 9 gram sabu. Keduanya menjual sabu 'paket hemat'.

"Dari tersangka AH, kami berhasil menyita 11 klip kecil atau paket hemat dengan jumlah 1,7 gram. Dan dari tersangka dengan inisial ES dan mengamankan barang bukti jenis sabu sebanyak 8 gram," ujarnya.

Debby menambahkan, penyelidikan dilakukan setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat terkait peredaran narkoba di kawasan Pelabuhan Muara Baru.

"Berawal dari informasi yang didapat dari masyarakat, Reskrim Polsek Kawasan Muara Baru melakukan penyelidikan terhadap laporan masyarakat tersebut sehingga kami berhasil menangkap dua tersangka di lokasi dan waktu yang berbeda," tutur Debby.

Kedua pria tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. Debby mengatakan untuk tersangka AH dikenai Pasal 114 ayat (1) sub 112 ayat (1) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dab paling banyak Rp 10 miliar.

Dan untuk tersangka ES dikenakan pasal 114 ayat (2) sub pasal ayat 112 ayat (2) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana denda maksimum Rp 13 miliar.

(mea/mea)