Prabowo Beri Arahan di Apel Terpusat Dipimpin Andika Perkasa

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Nov 2021 16:44 WIB
Jenderal TNI Andika Perkasa dan Menhan Prabowo Subianto (Dok. Biro Humas Kemhan).
Menhan Prabowo Subianto dan Jenderal TNI Andika Perkasa (Dok. Biro Humas Kemhan)
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menegaskan ujung tombak Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) adalah Komando Teritorial. Komando Teritorial seperti Korem, Kodim, Koramil, dan Babinsa, kata Prabowo, perlu dilengkapi peralatan serta perlengkapannya.

Hal itu disampaikan Menhan Prabowo saat memberikan arahan kepada peserta Apel Terpusat yang dipimpin KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa di Mabes TNI Angkatan Darat, Kamis (4/11/2021). Apel terpusat tersebut dihadiri Pangdam, Asisten Teritorial, Dandim, dan Danrem seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Menhan Prabowo juga menyerahkan 75 Unit Rigid Inflatable Boat (RIB)/Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) kepada KSAD yang diproduksi oleh Industri Pertahanan Dalam Negeri PT Praba Cipta Mandiri dan PT Samudera Lautan Biru.

"Keunggulan Indonesia adalah jumlah penduduk atau demografi. Kekuatan TNI sebagai komponen utama pertahanan, juga kini dapat diperkuat dengan adanya komponen cadangan yang dapat melipatgandakan kekuatan komando teritorial," kata Menhan Prabowo dalam pembekalannya seperti keterangan tertulis Kemhan.

Penyerahan 75 unit kapal RIB/RHIB didahului dengan penandatanganan berita acara oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Marsda TNI Yusuf Jauhari dan Aslog Kasad Mayjen TNI Saiful Rachiman.

Untuk diketahui, kapal RIB/RHIB ini memiliki spesifikasi panjang keseluruhan (LOA/Length Overall) 12,075 m, fuel tank capacity 1.370 liter, draf 0,65 ton, displacement full load 7,214 ton, kecepatan maksimal 35 knot, range (eco speed) 200 Nm, hull material aluminium, dan mampu mengangkut 16 personel.

Dengan penambahan 75 unit RIB/RHIB, TNI AD makin kuat. Ini juga sekaligus upaya pemerintah untuk mendorong kemandirian industri pertahanan dalam negeri dengan mengurangi ketergantungan kepada industri pertahanan luar negeri seperti arahan Presiden Joko Widodo, khususnya dalam hal pengadaan kapal. (gbr/dhn)