ADVERTISEMENT

Polri: Teroris JI Kirim Kader ke Suriah-Irak untuk Tingkatkan Kemampuan Tempur

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 04 Nov 2021 11:25 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap tiga tersangka teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang berperan sebagai penggalang dana melalui yayasan amal Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman bin Auf (LAZ BM ABA). Para tersangka teroris JI ini mengumpulkan dana untuk menerbangkan kadernya ke negara konflik, seperti Afghanistan, Suriah, dan Irak.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan kader teroris JI diterbangkan ke negara konflik untuk meningkatkan kemampuan tempur. Mereka juga dilatih secara militer di sana.

"Tentunya pengiriman kader-kader tersebut untuk melatih secara nyata kader-kader di lapangannya. Ini untuk meningkatkan kemampuan pasukan tempur dari anggota JI, dan tentunya untuk meningkatkan kemampuan militer dari anggota JI tersebut," ujar Ramadhan saat dimintai konfirmasi, Kamis (4/11/2021).

Ramadhan menyampaikan kader teroris JI juga harus menjalin silaturahmi dengan kelompok radikal yang ada di sana. Dengan demikian, teroris JI di Indonesia bisa memiliki hubungan dengan kelompok radikal di Afghanistan, Irak, dan Suriah.

"Selain itu, tujuan dari program jihad global ini merupakan tujuan membangun, menjalin hubungan, atau menjalin silaturahmi, juga afiliasi dengan kelompok radikal yang ada di negara konflik. Jadi negara konflik Syria (Suriah), Afghanistan, jadi terjalinlah hubungan di antara kelompok-kelompok tersebut di negara konflik," tuturnya.

Meski demikian, Ramadhan tidak tahu persis berapa kader teroris JI yang sudah berangkat ke negara konflik tersebut. Densus masih melakukan pengembangan.

"Ini dalam pengembangan. Jadi kita masih melakukan pendalaman. Tentu seperti kita sampaikan beberapa waktu lalu, bahwa jaringan JI ini luas di Indonesia. Pernah kita sampaikan juga kita pernah ke TKP tempat pelatihan yang ada di Semarang dan beberapa tempat lainnya. Nanti kita sampaikan, yang jelas ini pengkaderan terus ya," kata Ramadhan.

Temukan Banyak Aset Teroris JI di Lampung

Sementara itu, kata Ramadhan, Densus menemukan aset yang cukup banyak milik ketiga tersangka teroris JI yang ditangkap di Lampung. Aset yang dimaksud berupa tanah dan bangunan.

"Kami sampaikan, dari penangkapan tiga anggota JI tadi, mulai S, SU, dan DRS, mereka memiliki aset yang cukup banyak, cukup besar di Lampung. Berupa tanah, berupa bangunan di beberapa tempat, di Bandar Lampung, di Pesawaran, di Pringsewu, Tanggamus Punggur, dan beberapa tempat lainnya. Ini merupakan aset dari yayasan tersebut yang merupakan aset dana," imbuhnya.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap tiga tersangka kasus dugaan terorisme jaringan Jamaah Islamiyah (JI) berinisial S (61), SU (59), dan DRS (47) di Lampung. Ketiganya disebut menjabat di Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman bin Auf (LAZ BM ABA) yang diduga mengumpulkan dana teroris JI.

"Kami sampaikan mengenai program penggalangan dana tersebut. Ini merupakan sebuah kebutuhan organisasi JI, yaitu pengkaderan atau menyiapkan kader-kader dari generasi JI di mana program tersebut dinamakan jihad global," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/11).

(drg/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT