Mal Ambon City Centre Milik Tersangka ASABRI Teddy Tjokro Disita Kejagung

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 04 Nov 2021 11:16 WIB
Gedung Asabri / Ilustrasi Asabri
Gedung ASABRI (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita aset tersangka korupsi PT ASABRI, Teddy Tjokrosapoetra. Kejagung menyita 3 aset bidang tanah milik Teddy Tjokro berjumlah 60 ribu m2, salah satunya adalah Mal Ambon City Center.

"Penyitaan aset milik tersangka yang berhasil disita dalam perkara tersebut yakni aset-aset milik dan atau yang terkait tersangka TT berupa 3 bidang tanah dan/atau bangunan dengan jumlah luas seluruhnya 60 ribu m2," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kamis (4/11/2021).

Adapun penyitaan 3 bidang tanah dan atau bangunan tersebut telah mendapatkan izin penetapan Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Ambon. Ketua Pengadilan Tipikor Ambon telah memberikan izin kepada Penyidik dari Kejaksaan Agung untuk melakukan penyitaan terhadap tanah dan/atau bangunan di Kota Ambon.

Berikut ini 3 aset milik atau yang berkaitan dengan Teddy Tjokro yang disita sesuai dengan penetapan Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Ambon Nomor: 74/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN.Amb tanggal 03 November 2021:

a. 1 (satu) bidang tanah dan / atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 0565, beralamat di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon dengan luas 25.000 M2 atas nama PT. Bliss Retailindo Utama;

b. 1 (satu) bidang tanah dan / atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 0566, beralamat di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon dengan luas 20.000 M2 atas nama PT. Bliss Retailindo Utama;

c. 1 (satu) bidang tanah dan / atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 0567, beralamat di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon dengan luas 15.000 M2 atas nama PT. Bliss Retailindo Utama;

"Di atas 3 (tiga) bidang tanah tersebut, berdiri sebuah bangunan permanen, yaitu Mal Ambon City Centre," kata Leonard.

Lebih lanjut penyidik akan melakukan penaksiran harga terkait aset tersebut untuk digunakan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara.

"Terhadap aset-aset para Tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya," ujarnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Presiden Direktur PT Rimo International Lestari Teddy Tjokrosapoetra sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan investasi di PT ASABRI. Teddy langsung ditahan.

"Hari ini penyidik pada Jampidsus kembali menetapkan satu orang tersangka dengan inisial TT selaku Presiden Direktur PT Rimo International Lestari Tbk," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam jumpa pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2021).

Leonard menerangkan Teddy diduga berafiliasi dengan terdakwa Benny Tjokrosaputro. Leonard menyebut Teddy memiliki hubungan darah dengan Bentjok.

"Yang diduga telah turut serta melakukan perbuatan bersama-sama dengan terdakwa Benny Tjokro, punya hubungan darah," kata Leonard.

Simak juga Video: Benny Tjokro Didakwa Lakukan Pencucian Uang dari Korupsi Jiwasraya

[Gambas:Video 20detik]