Prabowo: Kemajuan Teknologi Pertahanan Tergantung Para Ilmuwan

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Kamis, 04 Nov 2021 11:10 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengunjungi salah satu BUMN Industri Pertahanan (Indhan), PT Len Industri (Persero) di Bandung, Senin (1/11). Prabowo meninjau sejumlah fasilitas di PT Len Industri.
Foto: Dok. Kemhan
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyambangi Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk bertukar pikiran dengan para ahli teknologi pertahanan terkait kontribusi yang bisa diberikan dalam pertahanan negara.

Dalam kunjungannya pada Rabu (3/11) tersebut, Prabowo menyatakan dukungannya terkait usaha dan inovasi dari para ahli teknologi ITB untuk memajukan sistem pertahanan negara. Hal ditujukan dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Kemhan dan ITB tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Penelitian, Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang mendukung Pertahanan Negara.

Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani oleh Menhan Prabowo dan Rektor ITB Reini Wirahadikusumah. Kesepakatan dimaksudkan untuk mewujudkan pertahanan negara Indonesia yang tangguh dan mandiri melalui kegiatan kerjasama pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Kemajuan teknologi pertahanan tergantung dengan para ilmuwan. Kami sangat membutuhkan Anda. Kami siap berusaha mendukung usaha-usaha dan inovasi saudara," ujar Prabowo dalam keterangan tertulis, Kamis (4/11/2021).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Institut ITB Widjaja Martokusumo, Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Joko Sarwono, Dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Tatacipta Dirgantara, Kepala Pusat Teknologi Teknologi Pertahanan dan Keamanan Djarot Widagdo, dan peneliti bidang Teknologi Pertahanan Joko Suryana dan Suhono Harso Supangkat.

Pada acara tersebut, Prabowo juga berkesempatan melihat beberapa hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh ITB antara lain pengembangan AESA Radar dan Radar Pasif yang merupakan hasil penelitian dan pengembangan bersama dengan Balitbang Kemhan.

ITB juga mengembangkan simulator pesawat tempur dan simulator pesawat tanpa awak bersama dengan Balitbang Kemhan dan PT DI dan mengembangkan bahan material dari alam untuk pembuatan rompi anti peluru, juga bahan baku propelan untuk roket. Selain itu, ITB juga mengembangkan wahana udara tanpa awak untuk keperluan serial suveillance sumber daya alam dan batas wilayah NKRI.

Selain ITB, sebelumnya pada September, Prabowo telah menyambangi Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan menandatangani kerja sama serupa di bidang penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung pertahanan negara. (akd/ega)