ADVERTISEMENT

Prabowo Tekankan Pentingnya Kemandirian Industri Pertahanan Nasional

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 11:23 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengunjungi salah satu BUMN Industri Pertahanan (Indhan), PT Len Industri (Persero) di Bandung, Senin (1/11). Prabowo meninjau sejumlah fasilitas di PT Len Industri.
Foto: Dok. Kemhan
Jakarta -

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menekankan pentingnya kemandirian industri pertahanan untuk menciptakan sistem pertahanan yang kuat dan maju. Hal ini dikatakannya bisa memberikan dampak baik terhadap pembangunan ekonomi maupun penguasaan teknologi di Indonesia.

"Kemandirian industri pertahanan juga diharapkan dapat mewujudkan pergeseran pemahaman dari belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan," ujar Prabowo dalam keterangan tertulis, Selasa (2/11/2021). Hal ini dia ungkapkan saat kunjungan kerja ke Jawa Barat untuk mengunjungi beberapa pabrik industri pertahanan dalam negeri, Senin (1/11).

Dalam kunjungannya itu, Prabowo menyambangi kawasan Energetic Material Center milik PT Dahana Persero di Subang. Prabowo ingin memeriksa kesiapan industri pertahanan, khususnya industri propelan.

Diketahui, Propelan adalah bahan pendorong peluru atau roket yang menjadi komponen utama amunisi bagi kebutuhan amunisi kaliber kecil (MKK) dan amunisi kaliber besar (MKB), maupun bahan bakar roket. Indonesia selama ini selalu menggunakan produk impor dari luar negeri.

Oleh karena itu, pemerintah pada 2021 telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2021 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2020-2024. Salah satu sasaran penguasaan teknologi kunci program prioritas 2020-2024 adalah propelan.

Pembangunan pabrik propelan diharapkan dapat menciptakan kemandirian industri hulu pertahanan nasional, menciptakan detterent effect, multiplier effect, memberikan jaminan supply amunisi dan substitusi impor.

Setelah dari PT Dahana tersebut, Prabowo menyambangi salah satu BUMN Industri Pertahanan yakni PT Len Industri Persero di Bandung.

Prabowo menyampaikan bahwa harapan pemerintah kepada putra dan putri terbaik bangsa yang ada di industri pertahanan dalam negeri sangat besar sehingga perlu senantiasa didukung.

Ia juga menekankan pentingnya kemajuan teknologi termasuk dalam sektor pertahanan. Teknologi, kata Prabowo, memiliki peranan strategis mewujudkan kebangkitan bangsa khususnya dalam industri pertahanan.

"Keselamatan bangsa, kebangkitan bangsa tergantung pada teknologi," kata Prabowo.

Selama di PT Len, Prabowo meninjau langsung Ruang Command, Control, Communication, Computer, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (C4ISR), Fasilitas Produksi Modul Surya dan Elektronik, serta Litbangyasa Radar Ground Controlled Interception (GCI) Balitbang Kemhan yang berada di kawasan Len Industri.

PT Len Industri merupakan BUMN Industri Pertahanan yang fokus di bidang C4ISR (Command, Control, Communication, Computer, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance) dan Maintenance Repair dan Overhaul (MRO) yang dapat mendukung terintegrasinya berbagai sistem pertahanan nasional.

Radar GCI adalah salah satu bagian dari C4ISR yang ditinjau Prabowo. Saat ini, Litbangyasa Radar GCI Balitbang Kemhan terus dikembangkan oleh konsorsium dalam negeri yang terdiri dari PT Len Industri, PT LAPI ITB, PT Radar Telekomunikasi Indonesia (RTI) dan PT Infoglobal Teknologi Semesta.

Radar GCI dilengkapi dengan Command and Control yang dapat memberikan pengarahan dan pengawalan terhadap pesawat tempur dalam melakukan intercept serta dapat digunakan untuk mengamankan wilayah udara NKRI.

Selain itu, PT Len Industri memiliki produk dan sistem unggulan antara lain Communication Tactical Data Link (CTDLS), radio taktikal, combat system kapal perang, mission system drone, sistem informasi intelijen, yang telah digunakan oleh TNI maupun yang masih dalam pengembangan.

(akd/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT