Jokowi Tinjau Jalan dan Masjid Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 04 Nov 2021 10:15 WIB
Jalan Presiden Joko Widodo dan desain Masjid Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi (Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres)
Desain Masjid Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi (Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres)

Masjid Presiden Joko Widodo

Tak hanya memberi nama jalan, Pangeran MBZ juga membangun sebuah masjid yang diberi nama Masjid Presiden Joko Widodo. Letak masjid tersebut di Jalan Presiden Joko Widodo yang juga dilintasi Presiden Joko Widodo pada sore itu.

Menurut Husin, tadinya masjid tersebut merupakan sebuah masjid kecil yang kemudian dibongkar lalu dibuat bangunan Masjid Presiden Joko Widodo. Dalam rencana awalnya, masjid tersebut akan dibangun dengan kapasitas 1.000-1.200 orang jemaah.

"Tapi diubah lagi oleh Syekh Mohammed Bin Zayed menjadi sekitar 2.500-3.000 orang. Jadi lebih besar lagi masjidnya dan mewah," ungkap Husin.

Masjid tersebut akan berdiri di atas tanah seluas lebih-kurang 3.766 meter persegi dan akan dibangun dengan pendanaan dari pihak UEA. Pembangunan masjid tersebut akan dimulai November 2021 dan ditargetkan selesai pada Februari 2023.

Di Jalan Presiden Joko Widodo juga tengah dibangun gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang baru. Menurut Husin, saat ini pembangunannya sudah mencapai hampir 35 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Agustus tahun 2022.

"Setelah selesai di proyeknya, diisi dalamnya, nanti target kita Oktober sudah bisa pindah ke sana," imbuhnya.

Gedung KBRI baru tersebut nantinya akan terbagi menjadi tiga tempat, di sebelah kiri untuk pelayanan (pengurusan visa, paspor, dan sebagainya), di tengah kantor KBRI, dan di sebelah kanannya rumah Duta Besar.

Husin berharap hubungan mesra Indonesia dengan UEA yang terjalin saat ini dapat dimanfaatkan dan diimplementasikan dengan baik oleh seluruh pelaku usaha Tanah Air. Ia juga berharap kerja sama antara kedua negara tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga di bidang lain seperti pendidikan dengan pemberian beasiswa, pengiriman imam, dan sebagainya.

"Misalnya nanti kita kirim imam, kita akan kirim nanti beasiswa, tidak di bidang ekonomi saja. Nah, ini kalau bisa lebih banyak lagi, bagus," tandasnya.


(mae/zak)