Nyoman Adhi Resmi Dilantik Jadi Anggota BPK RI

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 23:02 WIB
Upacara pengucapan sumpah Nyoman Adhi sebagai anggota BPK RI (dok. YouTube MA RI)
Upacara pengucapan sumpah Nyoman Adhi sebagai anggota BPK RI (dok. YouTube MA RI)
Jakarta -

Nyoman Adhi Suryadnyana resmi menjadi anggota Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI. Nyoman Adhi telah membacakan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung (MA) RI, Syarifuddin.

Pembacaan sumpah jabatan itu digelar pada Rabu (3/11/2021). Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' dan dilanjutkan pembacaan surat keputusan Presiden nomor 125/P tahun 2021 tentang peresmian Nyoman Adhi sebagai anggota BPK 2021-2026.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan Nyoman Adhi. Pengucapan sumpah jabatan itu dipandu Ketua MA.

"Demi Allah saya bersumpah, dengan sungguh-sungguh, bahwa saya untuk menjadi anggota Badan Pemeriksa Keuangan, langsung atau tidak langsung, dengan rupa atau dalih apapun tidak memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada siapapun juga. Saya bersumpah dengan sungguh-sungguh, bahwa saya untuk lakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatan ini tidak akan menerima langsung ataupun tidak langsung dari siapapun juga sesuatu janji atau pemberian," ujar Nyoman Adhi seperti dilihat dari kanal YouTube Mahkamah Agung Republik Indonesia.

"Saya bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa saya akan memenuhi kewajiban anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan peraturan perundang-undangan lain yang berkenaan dengan tugas dan kewajiban tersebut. Saya bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa saya akan setia terhadap negara kesatuan Republik Indonesia dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945," sambungnya.

Nyoman Adhi kemudian menandatangani sumpah jabatan. Penandatanganan itu juga disaksikan Ketua MA.

Sebelumnya, Komisi XI DPR melaporkan hasil uji kelayakan calon anggota BPK RI yang meloloskan Nyoman Adhi dalam rapat paripurna. Hasilnya seluruh anggota DPR menyetujui laporan tersebut.

"Berdasarkan hasil perhitungan suara terhadap 15 calon anggota BPK, Komisi XI menyepakati satu calon anggota BPK terpilih dengan suara terbanyak, yaitu Nyoman Adi Suryadnyana memperoleh 44 suara dari jumlah total 56 suara," demikian laporan yang disampaikan Wakil Ketua Komisi XI, Dolfie Othniel Frederic Palit, dalam rapat paripurna di Kompleks DPR, Senayan, Selasa (21/9).

Wakil Ketua DPR, sekaligus pimpinan rapat paripurna Sufmi Dasco Ahmad kemudian meminta persetujuan dari seluruh anggota DPR. Keputusan itu lantas disetujui.

Pencalonan Nyoman Adhi sempat menjadi sorotan sejumlah pihak lantaran dianggap tidak memenuhi persyaratan. Nyoman Adhi merupakan satu dari dua nama calon anggota BPK yang dinilai tak lolos persyaratan tapi mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI. Satu nama lagi adalah Harry Z Soeratin, sedangkan satu orang lain mengundurkan diri.

Nyoman Adi dan Harry tidak diloloskan DPD karena tidak memenuhi syarat yang diatur dalam Undang-Undang (UU) BPK Nomor 15 Tahun 2006 Pasal 13 huruf. Pasal itu mengatur syarat minimal dua tahun telah meninggalkan jabatannya di badan pengelola keuangan.

(haf/isa)