Di KTT COP26, RK Beberkan 12 Strategi Revitalisasi DAS Citarum

Erika Dyah - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 22:00 WIB
Dengan program Citarum Harum dan kolaborasi berbagai pihak dengan Ridwan Kamil sebagai Ketua Satgas, kualitas air sungai dinilainya membaik, dari cemar berat menjadi cemar ringan dalam kurun waktu 3 tahun.
Foto: Pemprov Jabar
Jakarta -

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memaparkan 12 program strategis revitalisasi DAS Citarum dalam 'Panel Dialogue: Scaling Up Governance and Collaborative Actions In Combinating Marine Plastic Litter Towards Climate Actions In Indonesia'. Ke-12 strategi itu di antaranya rehabilitasi lahan sekitar 26 ribu hektare dari target 15.500 hektare.

Pada panel yang masuk dalam KTT Pemimpin Dunia COP26 Glasgow, Skotlandia pada Selasa (2/11), pria yang disapa Kang Emil ini menjelaskan strategi ini juga meliputi monitoring IPAL pabrik-pabrik di sekitar Citarum. Menurutnya, sudah ada 1.338 pabrik yang diawasi dari target 747 pabrik.

Selain itu, lanjutnya, Satgas Citarum Harum juga telah menindak 131 pelanggar lingkungan, mulai skala besar sampai skala kecil. Ia menyebutkan, ada 1.268 desa yang jadi sasaran sosialisasi dan edukasi berbasis komunitas.

Ridwan Kamil mengatakan pihaknya menggunakan menggunakan pola pentaheliks dalam konsep penanganan Citarum Harum yang dulu pernah dikenal dunia sebagai sungai terkotor dan terjorok di dunia. Sebab, pemerintah melibatkan akademisi, pengusaha, media, dan komunitas untuk saling bersinergi dan berkolaborasi.

Menurutnya, keterlibatan semua stakeholders sangat luar biasa. Mulai dari TNI dengan basis operasi nonperang, komunitas pegiat lingkungan, kalangan bisnis yang memiliki kekuatan finansial, akademisi yang kaya konsep dan penelitian, sampai media untuk publikasi.

"Hasilnya penanganan lebih efektif. Setelah tiga tahun Citarum bukan lagi sungai terkotor dan kami bisa menjelaskan dan membuktikan data-datanya. Berkat pentaheliks ini semua merupakan tanggung jawab bersama," ujar Ridwan Kamil dalam keterangan tertulis, Rabu (3/11/2021).

Ia menilai penanganan Citarum lebih gencar dan masif sejak terbit Peraturan Presiden Nomor 15/2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

Lebih lanjut, Ridwan Kamil menerangkan bahwa Satgas Citarum Harum telah menerjemahkan strategi pentaheliks ke dalam 12 program strategis. Mulai dari penanganan limbah domestik, industri, dan penegakan hukum yang dilakukan guna membuktikan bahwa penanganan Citarum itu tidak main-main.

Dalam penanganan sampah plastik misalnya, Ridwan Kamil mengungkap pihaknya menerapkan circular economy agar sampah plastik masyarakat maupun pengusaha dapat keuntungan finansial. Selain bank sampah, Jabar pun telah memiliki pabrik pengolahan botol plastik yang dihasilkan botol air mineral kembali.

Ridwan Kamil menambahkan pabrik tersebut tidak hanya menerima botol air mineral dari wilayah Jabar saja, melainkan dari Bali dan juga Sulawesi Selatan. Pasalnya, pabrik pengolahan botol air mineral tersebut hanya satu-satunya di Indonesia. Ia berharap ke depannya semua provinsi juga memiliki pabrik daur ulang botol plastik air minum.

"Kami juga memastikan mengedukasi masyarakat agar jangan takut untuk membeli botol minuman dari botol daur ulang," tandasnya.

Klik halaman selanjutnya >>>