KTT COP26, Ridwan Kamil: Ikan-ikan Kembali Muncul di Citarum

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 20:53 WIB
Bandung -

Gubernur Jawa BaratRidwan Kamil memaparkan progres penanganan Sungai Citarum yang pernah dijuluki sebagai sungai terkotor dan terjorok di dunia dalam dua tahun terakhir. Dalam laporannya, Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- menyebut ikan-ikan mulai kembali muncul di Citarum seiring pemulihan yang dilakukan.

Paparan itu Emil itu disimak para pemimpin dunia dan stakeholder lingkungan hidup di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia COP26 yang digelar di Glasgow, Skotlandia, Selasa (2/11/2021). Emil mengawali paparan dengan ditunjuknya ia sebagai komandan Satgas Citarum Harum pada tahun 2018 oleh Presiden Joko Widodo.

"Saya ditugasi untuk merevitalisasi sungai yang dulu dijuluki sungai terkotor dan terjorok di dunia. Ini merupakan tantangan," ujar Emil sebagaimana dilihat detikcom dari saluran YouTube Indonesia Pavilion, Selasa (2/11/2021) malam.

Ia pun menunjukkan sejumlah foto kondisi Citarum sebelum gerakan Citarum Harum digencarkan pada 2018 lalu. Terlihat aliran sungai begitu kotor dicemari sampah, khususnya plastik yang mengambang.

"Inilah kondisi sebelum 2018 banyak isu yang datang, limbah domestik dan industri, longsor karena alih fungsi lahan, kurangnya kepemimpinan saat itu, menciptakan isu lingkungan yang besar. Tapi yang paling mahal dari seorang pemimpin adalah political will, kami mengorganisir seluruh pemangku kepentingan di Jawa Barat dalam tiga tahun, dan hasilnya Jabar kini punya kualtias air yang lebih baik," katanya.

"Ikan-ikan yang dulu hilang, sekarang mulai sering terlihat (muncul) lagi," ucap Emil melanjutkan.

Ia pun menceritakan, bagaimana pemerintah menggandeng TNI-Polri untuk mengatasi permasalahan sungai yang memiliki panjang kurang lebih 270 kilometer ini. Kemudian, kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun fasilitas pengolahan limbah pun dilakukan.

"Kita buat solid wastewater treatment dengan bantuan pemerintah Jepang, kita juga lakukan pengawasan limbah industri, 60 kasus di antaranya kita seret ke meja hijau karena pelanggaran lingkungan hidup, ini menunjukkan bahwa kita serius. Sekaligus juga memberikan edukasi," ujarnya.