ADVERTISEMENT

Analisis Polisi soal Penyebab Sopir Tabrak Lari Pria di Jl Antasari

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 10:14 WIB
Jakarta -

Polisi masih menyelidiki kasus tabrak lari yang menewaskan pria berinisial AK (43) di Jalan Pangeran Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan. Dari analisis polisi, sopir pelaku tabrak lari tersebut diduga mengantuk.

"Untuk penyebabnya masih dalam penyelidikan karena harus mencari alat bukti dahulu. Tetapi, dari analisis sementara kami, kemungkinan sopirnya mengantuk," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono saat dihubungi detikcom, Rabu (3/11/2021).

Analisis Argo, sopir tersebut diduga mengantuk dilihat dari pergerakan kendaraan. Kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

"Karena dilihat dari pergerakan kendaraannya setelah menabrak itu lurus, nggak belok-belok. Mungkin dia di awal sebelum menabrak, setirnya ke kiri karena mengantuk dan ketika dia menabrak itu dia langsung sadar dan langsung jalan lurus," jelas Argo.

"Kalau orang mengemudi dalam keadaan mabuk biasanya jalannya zig-zag, kalau ini dia lurus," katanya.

Namun itu hanya analisis sementara. Untuk kepastian penyebab kecelakaan polisi harus mengundang tim traffic accident analysis (TAA), selain mengumpulkan bukti-bukti lainnya.

"Untuk penyebab pastinya harus diteliti oleh Tim TAA," ucapnya.


Pelaku Diimbau Serahkan Diri

Hingga saat ini, identitas pelaku tabrak lari belum diketahui. Polisi mengimbau pelaku agar menyerahkan diri.

"Untuk identitasnya, karena kejadiannya sangat cepat, sehingga belum bisa teridentifikasi. Masih kami upayakan cari CCTV lain," kata Argo.

Argo mengatakan kasus tersebut ditangani oleh Satlantas Jakarta Timur. Namun Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya memberikan supervisi dalam penanganan perkara tersebut.

Seperti diketahui, pria berinisial AK tewas setelah ditabrak mobil pikap di Jl Pangeran Antasari, pada Senin (1/11) subuh. Pelaku melarikan diri setelah kejadian itu.

Korban terpental hingga membentur beton tiang MRT akibat ditabrak mobil tersebut. Dari rekaman CCTV, kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

(mea/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT