Kalah Praperadilan, Jaksa Agung Minta Eksaminasi Putusan PN Teluk Kuantan

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 22:22 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin bicara terkait kasus Jiwasraya. Kasus itu pun kini tengah dalam tahap penyidikan dan diduga mengarah pada tindak pidana korupsi.
Jaksa Agung ST Burhanuddin (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Hakim tunggal Pengadilan Negeri Teluk Kuantan, Yosep Butar Butar, mengabulkan permohonan praperadilan yang diajukan Kepala Dinas ESDM Riau, Indra Agus, sehingga status tersangkanya dalam kasus korupsi tidak sah. Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta jajarannya melakukan eksaminasi terhadap putusan tersebut.

"Jadikan peristiwa kalahnya praperadilan yang dialami oleh Kejari Kuantan Singingi perlu dilakukan klarifikasi guna menjaga obyektifitas dan netralitas penanganan perkara dimaksud, sehingga jelas duduk perkaranya," kata Burhanuddin seperti disampaikan Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangan tertulis, Selasa (2/11/2021).

Burhanuddin mengaku akan mendukung Kajari Kuansing jika kasus tersebut dikerjakan sesuai prosedur. Namun ia mengaku tak segan mengevaluasi jajarannya jika ada prosedur yang dilanggar.

"Saya akan mendukung sepenuhnya tindakan Kajari Kuantan Singingi sepanjang telah sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada. Namun sebaliknya, segera saya copot dan mengevaluasi jabatannya jika terbukti ada prosedur yang dilanggar. Jangan main-main, saya tidak segan sedikit pun untuk menyingkirkan anda yang tidak mau memperbaiki diri, dan telah mencoreng nama baik institusi," ujarnya.

Jaksa Agung lalu memerintahkan jajarannya melakukan eksaminasi terkait putusan tersebut. "Untuk itu Jaksa Agung telah memerintahkan JAM Pidsus untuk melakukan evaluasi atas peristiwa tersebut dengan melakukan eksaminasi," imbuh Leonard.

Hal tersebut disampaikan Burhanuddin dalam arahan, khususnya kepada Kajati dan para Kajari di wilayah Kejaksaan Tinggi Bali, bahwa salah satu agenda utama selaku Jaksa Agung adalah memperbaiki marwah Kejaksaan, yang di antaranya faktor integritas dan profesionalitas.

Sementara itu, Burhanuddin juga berbicara terkait profesionalitas jaksa dalam menangani perkara. Ia menekankan supaya tiap kepala satuan kerja dalam setiap menangani perkara fokus pada faktor-faktor keberhasilan, dan peraturan terkait sebelum menerbitkan surat perintah, serta memperhatikan potensi AGHT dari bidang intelijen sebelum mengambil keputusan.

"Sehingga tidak terjadi kegaduhan dalam menangani perkara, terlebih gesekan dengan instansi lain. Bangun dan jalin harmonisasi hubungan antar-aparat penegak hukum secara profesional agar mampu memberikan pelayanan optimal kepada para pencari keadilan," katanya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.