Komisi II Sebut Penetapan Tanggal Pemilu 2024 Berpotensi Molor

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 18:32 WIB
Komisi II DPR mengkaji jenis-jenis sanksi yang akan diberikan kepada peserta Pilkada yang melanggar protokol kesehatan.
Wakil Ketua Komisi II, Saan Mustopa (Foto: detikcom)
Jakarta -

Komisi II DPR RI menyebut penetapan tanggal Pemilu 2024 berpotensi molor. Pasalnya, hingga kini belum ada kesepakatan tanggal Pemilu 2024 antara pemerintah dan penyelenggara pemilu.

"Kalau kita nggak bisa tetapkan sekarang, di masa sidang ini, pasti akan molor. Karena kan gini, DPR sudah reses lagi (Desember), ketika masuk Januari, itu masa KPU lama kan habis di Februari, kita sudah mau akan seleksi KPU baru di Januari-Februari. Makanya kita juga ingin KPU yang mendatang tidak terbebani urusan-urusan teknis menyangkut soal ini," kata Wakil Ketua Komisi II Saan Mustopa di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta (2/11/2021).

Pemerintah diketahui ingin Pemilu 2024 digelar pada 15 Mei, sementara KPU mengajukan tanggal 21 Februari. Hingga kini, kata Saan, belum ada kesepakatan antara pemerintah dan penyelenggara pemilu itu.

"Kita lagi meminta agar pemerintah dan penyelenggara untuk sepakat dululah, karena gini kalau selama pemerintah dan penyelenggara itu belum sepakat terkait soal jadwal, maka di DPR pasti tidak akan pernah ada kata sepakat juga, pasti akan ada beda pilihan. Kita tidak mau untuk sebuah agenda besar, agenda politik, agenda demokrasi, itu dimulai dengan awalan yang tadi, tidak bulat," ujar Saan.

"Nanti nuansanya sudah politis, masa sih untuk urusan jadwal saja harus kita voting, suara terbanyak di Komisi II. Kita nggak mau seperti itu, karena ini agenda besar kita, agenda demokrasi kita, yang akan menentukan 5 tahun ke depan, baik buat demokrasi, pemerintahan, dan terutama buat rakyat," sambungnya.

Menurut Saan, lebih cepat lebih baik untuk kesepakatan tanggal Pemilu 2024 antara pemerintah dan KPU. Namun publik bagi Saan perlu tahu kepastian soal tanggal Pemilu 2024.

Diakui Saan, memang tidak ada dampak jika penetapan tanggal Pemilu 2024 molor. Namun, ada pergeseran waktu memulai tahapan pemilu jika ada dua opsi tanggal Pemilu 2024.

"Secara dampak nggak ada, jadi kalau bisa gini. Kalau penyelenggara ditentukan, pelaksanaan Februari, itu kan masih di Juni 2022 tahapan itu dimulai. Kalaupun pemilu Mei, tahapan di bulan September, jadi secara benernya itu tidak terganggu. Kalau batas waktu untuk penentuan tanggal pemilu ditetapkan oleh KPU baru juga sebenarnya tidak terlalu berpengaruh pada tahapan. Kalau Februari pun sekali lagi tahapan dimulai bulan Juni. Kalau Mei tahapan September, jadi sekali lagi tidak ada," imbuhnya.

(rfs/dwia)