Kebon Pala Banjir 3 Hari, PDIP: Jangan Kaget Omongan Anies Beda dengan Fakta

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 08:25 WIB
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Gembong Warsono di Kantor DPD PDIP Jakarta, Kamis (14/4/2016)
Gembong Warsono (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Banjir di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur (Jaktim), baru surut setelah tiga hari. PDIP DKI Jakarta menyinggung narasi Gubernur Anies Baswedan yang mengatakan banjir di Jakarta surut dalam sehari.

"Jangan kaget kalau Pak Anies omongannya beda dengan fakta di lapangan, jangan kaget, memang begitu. Emang baru sekali ini aja Pak Anies ngomong seperti itu? Kan sudah biasa," kata Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono kepada wartawan, Senin (1/11/2021).

Gembong kemudian menanyakan program yang sudah dihasilkan Anies dalam penanganan banjir. Dia menilai program Anies dalam menangani banjir tidak maksimal, salah satunya soal drainase vertikal.

"Yang kedua, sebetulnya apa sih dalam konteks penanganan banjir program apa yang sudah dihasilkan Pak Anies? Kan belum juga. Hanya bertumpu pada percepatan program drainase vertikal, yang menurut saya itu tidak akan maksimal hasilnya, kenapa? Karena memang hanya ngejar target jumlah titik, itu persoalan, hanya ngejar titik, bukan pada fungsi drainase vertikal itu sendiri," katanya.

Minta Akhiri Debat Naturalisasi-Normalisasi

Oleh sebab itu, Gembong meminta Anies segera melakukan normalisasi sungai. Dia kemudian menagih janji Anies soal pengentasan banjir di Ibu Kota.

"Makanya harus sudah kita akhiri perdebatan soal naturalisasi atau normalisasi, sudah kita akhiri. Sekarang eksekusi yang dibutuhkan, eksekusi untuk mengentaskan persoalan banjir. Sekarang apa yang dihadapi, soal tanggul misalnya, segera eksekusi. Masa, empat tahun nggak tahu persoalan sih, kan sudah hafal harusnya," katanya.

"Sekarang yang dibutuhkan eksekusi, harapan kita di tahun terakhir Pak Anies memimpin ini, segera eksekusi program-program yang notabene menjadi persoalan masyarakat, persoalan banjir itu menjadi masalah yang harus ditangani," sambungnya.

Lebih lanjut, Gembong meminta Anies tidak menjawab persoalan banjir Jakarta dengan narasi. Dia menyebut rakyat sudah kenyang dengan narasi Anies.

"Jadi tidak dijawab dengan narasi, jadi untuk mengentaskan banjir itu tidak dijawab dengan narasi, tetapi dengan eksekusi. Jadi menjawab bukan narasi, menjawabnya dengan eksekusi program-program dalam konteks penanganan banjir. Kalau narasi udah kenyanglah kita, rakyat jangan dicekoki dengan narasi," sebutnya.

Simak video 'BMKG: DKI Jakarta Siaga Banjir-Genangan':

[Gambas:Video 20detik]



Simak banjir di Kebon Pala pada halaman selanjutnya.