Kemenkumham Bantah Bungkam Keluarga Korban Kebakaran LP Tangerang

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 19:43 WIB
Jakarta -

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) membantah tudingan telah membungkam dengan menyodorkan surat perjanjian kepada keluarga korban Lapas Tangerang sewaktu mengurus administrasi jenazah. Kemenkumham menilai surat tersebut hanya sebatas untuk bukti belaka.

"Surat itu sebetulnya sudah surat standar. Jadi sekali lagi itu tidak dimaksudkan untuk mem-pressure (menekan) untuk membungkam atau apa pun itu. Tapi semata-mata bahwa ini untuk bukti gitu ya. bahwa segala sesuatunya sudah dilakukan dengan baik," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) HAM Kemenkumham Mualimin Abdi kepada wartawan, Senin (1/11/2021).

Bahkan, Mualimin mengklaim pihaknya telah bertanggung jawab atas pemakaman dan pemulasaraan jenazah korban. Dia menilai Kemenkumham hanya ingin berupaya secara optimal.

"Tapi sekali lagi kami pada awalnya ingin membuktikan bahwa kami sudah melakukan yang terbaik," kata Mualimin.

Sekalipun jika masih ada keluarga korban yang masih merasa belum puas terhadap penanganan jenazah, Mualimin mengatakan pihaknya terbuka untuk memberikan keterangan lebih lanjut. Kemenkumham bertekad akan melayani segala urusan keluarga korban hingga tidak ada keluhan atau 'zero complain'.

"Bahwa kami Kemenkumham membuka juga apabila ada keluarga korban yang masih kurang senang atau ada ganjalan hal-hal yang terkait bagaimana pengurusan jenazah dan informasi lain-lain. Kemenkumham tetap buka informasi apabila di dalam pelaksanaannya masih ada yang miss yang kurang puas. Masih ada hal-hal yang perlu ditanyakan dan diklarifikasi," ucap Mualimin.

"Kami, Kemenkumham, bersama Dirjen Pas kami akan memberikan informasi seluas-luasnya sekali lagi 'zero komplain' mengurus dengan baik saya kira ini yg jadi pegangan kita bersama," sambungnya.

Seperti diketahui, sejumlah keluarga korban kebakaran Lapas Tangerang mendatangi Komnas HAM. Mereka mengadukan dugaan pelanggaran HAM dalam peristiwa kebakaran maut di Lapas Tangerang itu.

"Dari keterangan keluarga korban tersebut terdapat setidaknya tujuh temuan yang ditemukan dari proses penanggulangan pasca kebakaran Lapas Tangerang yang disampaikan kepada Komnas HAM," kata Tim Advokasi Korban Kebakaran Ma'ruf Bajammal di Komnas HAM, Kamis (28/10/2021).

Ma'ruf mengatakan pihaknya juga menemukan dugaan intimidasi terhadap keluarga saat penandatanganan dokumen-dokumen administrasi dan pengambilan jenazah korban. Bahkan, ada dugaan upaya pembungkaman terhadap keluarga korban.

"Bahwa pada saat penandatanganan dokumen-dokumen, lokasi penandatangan dan lokasi penempatan jenazah di lokasi berbeda. Lokasi jenazah di lantai satu, sedangkan penandatanganan di lantai dua. Keluarga korban kemudian dibawa lewat tangga ke lantai dua untuk masuk ke sebuah ruangan yang dirasa keluarga korban tidak layak untuk dijadikan tempat penandatanganan dokumen. Pada saat penandatanganan tersebut, keluarga korban diminta tanda tangan dengan tergesa-gesa dengan dikerumuni banyak orang," jelasnya.

(rak/dwia)