ADVERTISEMENT

Duta BPJS Kesehatan Diminta Berperan Aktif Lahirkan Inovasi Baru

Inkana Putri - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 18:27 WIB
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti
Foto: BPJS Kesehatan
Jakarta -

BPJS Kesehatan menggelar kegiatan 'Penguatan Kapasitas Senior Leaders, Innovation Award, dan Launching Tata Nilai', Jumat (29/10).

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menjelaskan saat ini BPJS Kesehatan dituntut untuk dapat memberikan layanan optimal bagi peserta. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya untuk mengembangkan diri dengan menghadirkan berbagai inovasi.

"Inovasi memegang peranan penting bagi organisasi untuk dapat bertahan dalam situasi yang serba tidak pasti. Oleh karena itu, diharapkan semangat berinovasi terus menyala dalam diri seluruh Duta BPJS Kesehatan. Kita semua patut bersyukur karena BPJS Kesehatan telah menyediakan wadah bagi seluruh Duta BPJS Kesehatan untuk berinovasi dan senantiasa berupaya membangun ekosistem inovasi," kata Ghufron dalam keterangan tertulis, Senin (1/11/2021).

Lebih lanjut Ghufron menjelaskan saat ini BPJS Kesehatan telah menetapkan 4 nilai organisasi, yaitu Integritas, Kolaboratif, Pelayanan Prima dan Inovatif (INISIATIF). Melalui 4 nilai ini, Ghufron mengajak Duta BPJS Kesehatan untuk berkontribusi aktif melahirkan inovasi baru. Hal ini bertujuan untuk mencapai visi dan misi organisasi sebagai bentuk pengabdian kepada negara dalam menjalankan Program JKN-KIS.

Senada dengan Ghufron, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan A. Djalil menjelaskan inovasi menjadi hal penting dalam sebuah instansi pemerintahan. Menurutnya, hadirnya inovasi di berbagai sektor dapat menciptakan nilai tambah untuk menjaga keberlangsungan program yang dijalankan.

"Seluruh instansi pemerintahan wajib untuk melahirkan generasi-generasi yang mampu berpikir kritis. Hal ini berguna untuk membentuk karakter masyarakat agar bisa membangun Indonesia yang lebih kreatif. Pemimpin yang baik juga harus memberi kebebasan kepada bawahannya untuk dapat memberikan ide secara luas. Sehingga, diharapkan akan memunculkan ide-ide luar biasa untuk membantu meningkatkan kualitas program," ungkap Sofyan.

Oleh karena itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional ini pun mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan yang telah mendorong seluruh Duta BPJS Kesehatan untuk berpikir kreatif dengan berinovasi. Ia mengatakan BPJS Kesehatan perlu menjadikan seluruh duta BPJS Kesehatan sebagai agent of change agar dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan Program JKN-KIS.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Laksana Tri Handoko mengungkapkan upaya BPJS Kesehatan sudah sesuai dengan amanat presiden. Namun, Handoko menyebut inovasi yang telah dihadirkan ini perlu diimbangi dengan leadership dan kolaborasi yang kuat.

"Untuk itu, kami juga mendorong bagi seluruh instansi, khususnya BPJS Kesehatan untuk selalu menghadirkan inovasi dan mengintegrasikan dengan unit-unit pengendalian dan pengembangan kementerian lembaga serta 4 Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) seperti Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)," tutup Handoko.

(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT