Wamen ATR/BPN Ungkap Tingkat Polusi Kota Depok Tertinggi di Indonesia

Nahda Rizki Utami - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 16:39 WIB
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Surya Tjandra (Nahda-detikcom)
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Surya Tjandra (Nahda/detikcom)
Jakarta -

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Surya Tjandra mengatakan Kota Depok mempunyai masalah polusi tertinggi di Indonesia. Bahkan, masalah polusi di Kota Depok ini mengalahkan Kota DKI Jakarta.

"Kota Depok memiliki masalah polusi tertinggi di Indonesia bahkan mengalahkan Kota DKI Jakarta," kata Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Surya Tjandra, di kantor BPN Kota Depok, Senin, (1/11/2021).

Terkait hal ini Surya menuturkan akan berdiskusi dengan Wali Kota Depok, Mohammad Idris. Menurut Surya, perlu adanya pendekatan tata ruang yang lebih rapih.

"Di mana penjelasannya, kita akan diskusi dengan Pak Wali Kota Depok, barangkali perlu pendekatan tata ruang yang lebih rapih," sambungnya.

Terkait permasalahan polusi, Surya belum menjelaskan indikator polusi di Kota Depok lebih lanjut. Namun, Surya mengatakan pihaknya akan mencari tahu terkait masalah polusi di Kota Depok.

"Tidak tahu, masih belum jelas, kita masih cari tahu apa penjelasannya, nanti solusinya jadi ketahuan, masalahnya di mana," jelas Surya.

Wamen ATR/BPN Kunjungi Walkot Depok

Setelah mengunjungi Kantor BPN Kota Depok, Surya juga mengunjungi Kantor Wali Kota Depok dan bertemu dengan Wali Kota Depok, Mohammad Idris, Senin (1/11) siang.

Surya menjelaskan agenda bersama Wali Kota Depok membahas seputar pendaftaran tanah sistematis lengkap serta pengadaan tanah dan tata ruang.

Terakhir, Surya juga menjelaskan dirinya bersilaturahmi kepada Wali Kota Depok untuk membahas langkah-langkah kongkret ke depan.

"Kita silaturahmi dengan Pak Wali terkait macam-macam ya kerjaan BPN, ada pendaftaran tanah sistematis lengkap, ada pengadaan tanah, ada soal tata ruang," imbuh Surya.

"Jadi kita bersilaturahmi aja untuk langkah langkah kongkret ke depan," sambungnya.

Lihat juga Video: Negara Penyumbang Polusi Terbesar di Dunia, Indonesia Masuk?

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)