Kemhan Beberkan Upaya Penanganan COVID-19 di RI, Ini Hasil Kerjanya

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 14:29 WIB
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Letnan Jenderal TNI Muhammad Herindra.
Foto: Fathan/detikcom
Jakarta -

Wakil Menteri Pertahanan, Letjen TNI M. Herindra mengatakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) di bawah pimpinan Prabowo Subianto turut mendukung program percepatan penanganan COVID-19. Ia mengungkapkan sejak awal pandemi melanda, pihaknya telah mengoptimalkan diplomasi pertahanan dengan negara-negara produsen ataupun yang memiliki stok berlebih guna mendukung penyediaan alat kesehatan (alkes) dan vaksin.

"Tidak mengherankan bahwa pada tahun pertama pandemi, bantuan alat kesehatan (alkes) dari sejumlah negara, seperti Amerika Serikat (AS), Australia, dan Tiongkok disalurkan melalui Kementerian Pertahanan atas buah dari diplomasi pertahanan Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (1/11/2021).

Dalam webinar PGSD Universitas Paramadina berjudul 'Pandemi COVID-19 dan Pengelolaan Sektor Pertahanan Indonesia' yang digelar Kamis (28/10), dia menjelaskan alat dan material kesehatan hasil diplomasi kemudian disalurkan ke 110 rumah sakit (RS) yang berada di bawah Kemhan dan TNI.

Kemhan juga melakukan upaya-upaya lainnya dalam penanggulangan pandemi. Dukungan tersebut dalam bentuk personel, infrastruktur, hingga fasilitas kesehatan (faskes).

"Fasilitas Diklat Kemhan di Jabodetabek dialih fungsi menjadi rumah sakit darurat (RSD) ketika RS dr. Suyoto tidak mampu lagi menampung pasien Covid-19. Setidaknya disiapkan 1.650 tempat tidur berikut dengan instalasi ICU, IGD, ventilator, dan sebagainya, termasuk pelibatan sekitar 670 staf sebagai tenaga pendukung kesehatan," terangnya.

"Baru-baru ini, Kemhan juga membangun RS LB Moerdani di Merauke, Papua, untuk menunjang penanganan COVID-19 di sana," lanjutnya.

Selain itu, Kepala Staf Umum TNI ini mengatakan pihaknya juga meningkatkan kemampuan medis kapal bantu RS TNI AL KRI dr. Soeharso-990 dan KRI Semarang-594. Hal ini dengan menambah sarana dan prasarana kamar operasi, pengadaan kontainer medik, alkes laboratorium, dan farmasi. "Fasilitas kesehatan (faskes) juga dimanfaatkan untuk mendorong pencapaian target vaksinasi pemerintah," tuturnya.

Kemhan pun mentransformasikan lembaga pendidikan di bawah naungannya, yakni Universitas Pertahanan (Unhan). Karena menurutnya pemenuhan kebutuhan akan personel yang memiliki pengetahuan ilmu kesehatan yang memadai tidak lagi bisa ditunda.

"Keilmuan Universitas Pertahanan ditransformasikan. Tidak hanya mencetak para ahli ilmu pertahanan, tetapi juga ahli dan praktisi dalam bidang kesehatan yang punya perspektif pertahanan," terangnya.

Di sisi lain, lanjut dia, Kemhan juga membentuk Pusat Cadangan Logistik Strategis (PCLS) guna mendukung program food estate pemerintah. Yakni dalam konteks kemampuan logistik pangan bagi personel militer dan masyarakat dalam kondisi darurat atau bencana.

"Memandang isu pangan sebagai bagian dari isu keamanan bukanlah bentuk sekuritisasi, tetapi lebih kepada menggarisbawahi bahwa ketersediaan pangan adalah bentuk pemenuhan keamanan manusia atau human security," pungkasnya.

(prf/ega)