Dihormati Demokrat, Ini Respons Elite PKN Loyalis Anas Urbaningrum

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 14:25 WIB
Jakarta -

Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) besutan loyalis Anas Urbaningrum baru saja mendaftarkan diri ke Kemenkumham. PKN menghargai apresiasi Partai Demokrat, yang saat itu juga menyinggung pihak Moeldoko dkk.

"Ya saya kira setiap orang punya pendapat punya persepsi, punya analisis sendiri dan kita menghargai semua itu. Apa pun kritik dan saran dari teman-teman di mana pun dari mana pun kita positif thinking aja, tidak ada masalah dengan semua itu, dan itu teman-teman kita juga," kata Sekjen PKN Sri Mulyono di Kemenkumham, Senin (1/11/2021).

Terkait perekrutan pihak Moeldoko, Sri menjawab partainya tetap berada di koridornya. Dia lebih mementingkan soal penilaian masyarakat soal keberlanjutan partainya itu.

"Wah, jadi kita tetep dalam koridor kita dalam koridor perjuangan kita, kita akan menerapkan nilai-nilai yang mudah-mudahan diterima oleh masyarakat," katanya.

"Kalau soal bergabung kan masyarakat kami berharap semua nya bergabung sama kita bulan hanya kubu si A kubu si B, tapi kami berharap sebagian besar masyarakat akan bergabung ke partai kita," tambahnya.

Sebelumnya, para loyalis Anas Urbaningrum membuat partai baru, yakni Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), yang diketuai oleh eks Sekjen Hanura Gede Pasek Suardika. Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menghormati keputusan tersebut.

"Kami menghargai dan menghormati keputusan Bli Gede Pasek yang meninggalkan posisi sebagai Sekjen di Partai Hanura kemudian bergabung dan didaulat sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara. Pilihan ini tentunya telah dipertimbangkan dan dikalkulasi secara matang," kata Kamhar kepada wartawan, Sabtu (30/10).

Kamhar menilai Gede Pasek seorang yang cerdas dan berintegritas. Menurutnya, pindah partai politik merupakan cara yang elegan.

"Saya cukup mengenal Bli GPS. Selain cerdas dan berintegritas, juga sahabat yang loyal. Pindah partai politik adalah pilihan cara yang sah dan legal ketika memilih berjuang dan mengabdi melalui jalan politik, apalagi mendirikan partai politik baru. Itu pilihan jalan yang terhormat. Kami respek dengan politisi-politisi seperti ini," ujarnya.

Kamhar lantas menyindir Moeldoko dkk, yang menurutnya hanya bisa 'membegal' Partai Demokrat. Dia menyebut Moeldoko dkk melakukan segala cara untuk merebut PD.

"Bukan mengambil jalan pintas untuk 'membegal' parpol lain sebagai mana dilakukan KSP Moeldoko dan kaki tangannya yang memilih jalan pintas dengan cara-cara yang ilegal dan melawan hukum," ujarnya.

(azh/gbr)