ADVERTISEMENT

Saksi Ungkap Penyerahan Fee Rp 2 M ke Aliza Gunado Terkait DAK Lamteng

Zunita Putri - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 14:04 WIB
Pengadilan Tipikor Jakarta
Suasana persidangan perkara suap yang menjerat mantan penyidik KPK AKP Robin di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Zunita Amalia Putri/detikcom)
Jakarta -

Mantan Kasi Dinas Bina Marga Lampung Tengah, Aan Riyanto mengungkapkan pemberian fee Rp 2 miliar ke Aliza Gunado. Uang itu adalah fee karena DAK APBD-P Lampung Tengah (Lamteng) sebesar Rp 25 miliar telah disetujui Banggar DPR RI.

Aan menyampaikan itu dalam sidang AKP Stepanus Robin Pattuju alias Robin dan Maskur Husain. Aan adalah saksi tambahan yang dihadirkan jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, berkaitan dakwaan AKP Robin yang menerima sejumlah uang dari Azis Syamsuddin dan Aliza Gunadi terkait DAK Lamteng.

"Jadi di tanggal 21 itu saya dapat perintah Pak Taufik (mantan Kadis Bina Marga Lamteng, Taufik Rahman) untuk cari pinjaman uang untuk diberikan ke Saudara Aliza Rp 2,085 miliar totalnya, pertama Rp 1,135 miliar saya kasih Aliza di mal, uang diambil kawannya ditukar ke bentuk dolar Singapura. (Penyerahan) kedua, Rp 950 juta di Hotel Veranda saya serahkan Aliza, dan dibawa kawannya, dan ditukarkan ke dolar. Setelah saya kasih ke Aliza, saya lapor ke Taufik," ungkap Aan saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (1/11/2021).

Rp 2 Miliar uang Fee dari DAK Lamteng

Dalam kesempatan yang sama, mantan Kadis Bina Marga Lamteng, Taufik Rahman memyampaikan asal usul ung Rp 2 miliar itu. Taufik menyebut uang Rp 2 miliar itu diminra setelah Banggar DPR yang saat itu diketuai Azis Syamsuddin menyetujui DAK Lamteng 2017 sebesar Rp 25 miliar.

"Bagaimana saksi tahu ada pengurusan uang fee?" tanya jaksa KPK ke Taufik.

Taufik mengatakan uang fee itu sudah disampaikan Aliza pada saat pertemuan pertamanya di Bandar Lampung. Taufik menyebut Aliza Gunado meminta fee 8 persen dari jumlah DAK yang disetujui DPR.

"Waktu ketemu Aliza dikasih tahu bahwa dia bisa membantu mengurus DAK itu terus ada komitmen fee 8 persen," kata Taufik.

Taufik mengatakan dia memerintahkan ke stafnya, termasuk Aan Riyanto untuk mengumpulkan uang Rp 2 miliar agar diserahkan ke Aliza. Uang Rp 2 miliar itu menurut Taufik berasal dari rekanan proyek di Lamteng dan pinjaman.

"Rp 600 jutaan dari rekanan-rekanan proyek. (Sisanya) waktu itu pinjam dari Darius, dia konsultan, swasta. Terus ada lagi tambahan dari teman-teman ada yang mau kasih pinjaman juga, teman-teman di dinas, ada Rama, Heri, dan Sanca, jumlahnya Rp 990 juta," ungkap Taufik.

Dalam sidang ini, AKP Robin didakwa bersama Maskur Husain menerima suap yang totalnya Rp 11 miliar dan USD 36 ribu atau setara Rp 11,538 miliar berkaitan dengan penanganan perkara di KPK. Dia didakwa menerima suap dari sejumlah nama, termasuk dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Dalam dakwaan, Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado memberikan uang sejumlah Rp 3.099.887.000 dan USD 36.000 ke Robin.

(zap/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT