Round-Up

8 Poin Terkini Kasus Penembakan Tewaskan Kapten Intel TNI

Tim detikcom - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 05:47 WIB
Pemakaman Anggota TNI ditembak di Aceh
Foto: Pemakaman Kapten Abdul Majid (Agus Setyadi-detikcom)

6. SS1-V2 Senapan Serbu

Senjata SS1-V2 merupakan produksi PT Pindad (Persero). Dikutip dari situs Pindad, SS1-V2 adalah pengembangan dari SS1-V1 yang diadopsi langsung dari FN FNC. Senjata ini merupakan senapan serbu.

SS1-V2 memiliki berat kosong 3.93 kg dan berat isi 4.29 kg, dengan panjang laras 363 mm. Untuk amunisinya menggunakan kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO.

7. Peluru Tembus Pinggang Korban

F menembak dari sebelah kanan mobil yang dikendarai Abdul Majid. Tembakan F menembus pintu mobil, kemudian mengenai pinggang kanan Kapten Abdul hingga tembus ke pinggang kiri.

"Korban ditembak dari pintu sebelah kanan, kena pinggang korban tembus ke pinggang kiri. Proyektil ditemukan dalam mobil," ujar Winardy.

8. Motifnya Kuasai Harta: Rampok Rp 35 Juta

Polisi menyebut ketiga pelaku ingin menguasai harta Kapten Abdul Majid. Menurut polisi, kasus penembakan ini murni perampokan.

"Motifnya ingin memiliki uang dari korban, murni perampokan," sebut Kombes Winardy.

Sebab, sesaat setelah Kapten Abdul berhasil dilumpuhkan, M mengambil uang berjumlah Rp 35 juta yang berada di dalam mobil.

Uang puluhan juta rupiah itu kemudian dibagi-bagi. M mendapatkan jatah paling besar, lebih dari Rp 30 juta.

"Uang itu dibagi. Untuk tersangka F sebesar Rp 1 juta, D Rp 1,5 juta, dan sisanya diambil untuk M," jelas Kombes Winardy.


(zak/aik)