Round-Up

8 Poin Terkini Kasus Penembakan Tewaskan Kapten Intel TNI

Tim detikcom - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 05:47 WIB
Pemakaman Anggota TNI ditembak di Aceh
Foto: Pemakaman Kapten Abdul Majid (Agus Setyadi-detikcom)

2. Peran 3 Pelaku Berbeda-beda

Ketiga pelaku juga memiliki peran berbeda-beda. Ada yang merencanakan, menyediakan senjata hingga mengeksekusi (menembak) Kapten Abdul Majid.

M disebut sebagai pihak yang merencanakan penembakan ini. Hanya M yang mengenal Kapten Abdul Majid.

"Tersangka M tahu keseharian korban dan dia kenal dengan korban," ungkap Kombes Winardy.

Sementara D berperan sebagai penyedia senjata yang digunakan untuk menembak Abdul Majid. F berperan sebagai eksekutor.

Sehari sebelum penembakan, ketiga pelaku sempat mengadakan pertemuan di kebun cabai milik D. Pertemuan digelar untuk mematangkan rencana.

3. Eksekutor Berprofesi Tukang Cukur

Keseharian para pelaku juga berbeda-beda. M merupakan wiraswasta, dan D adalah seorang petani. Sedangkan F berprofesi sebagai tukang cukur.

4. Kode Eksekusi

Dalam pertemuan di kebun cabai milik D, ditetapkan rencana bahwa M akan menghubungi Kapten Abdul Majid. M mengajak bertemu di Jalan Lhok Krincong Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Pidie.

Kapten Abdul Majid nampaknya tidak menaruh curiga. Pria kelahiran Langsa, Aceh, 1968, itu lalu datang ke TKP dengan mengendarai mobil.

Setiba di lokasi, M memberi kode kepada F untuk menembak Kapten Abdul Majid. F lalu menembak dalam jarak dekat dari luar mobil.

5. Pelaku Pakai Senjata SS1-V2

Polisi juga sudah mengantongi spesifikasi senjata yang digunakan untuk menembak Kapten Abdul Majid. Senjata yang digunakan adalah SS1-V2.

"Korban ditembak menggunakan senjata SS1-V2," beber Kombes Winardy.

Usai penembakan, senjata SS1-V2 disembunyikan. Kebun cabai milik D dijadikan tempat menyembunyikan senjata tersebut.

Senjata SS1-V2 buatan Pindad.Senjata SS1-V2 buatan Pindad. (dok. situs Pindad)

Spesifikasi SS1-V2 dan motif penembakan ada di halaman selanjutnya.