Kepanjangan PCR Adalah Apa? Ini Serba-serbi Tes PCR hingga Harganya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 29 Okt 2021 13:41 WIB
Petugas memasukkan hasil tes usap  dengan sistem Polymerase Chain Reaction (PCR) ke dalam tabung di Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium, Jakarta, Kamis (28/10/2021). Pemerintah melalui Kemenkes menetapkan tarif tertinggi harga pemeriksaan PCR untuk mendeteksi COVID-19 menjadi Rp275 ribu di Jawa-Bali dan Rp300 ribu untuk luar Jawa-Bali.  ANTARA FOTO/ Reno Esnir/foc.
Kepanjangan PCR Adalah Apa? Ini Serba-serbi Tes PCR hingga Harganya -- ilustrasi (Foto: ANTARA/RENO ESNIR)

Masa Berlaku PCR

Masa berlaku tes PCR diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 55 Tahun 2021 tentang perubahan aturan dari Instruksi Mendagri Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 di Wilayah Jawa dan Bali itu diteken Tito pada 27 Oktober 2021 sebagaimana salinannya dilihat Kamis (28/10/2021). Instruksi itu ditujukan kepada gubernur, wali kota, dan bupati.

Kini masa berlaku tes PCR untuk moda transportasi pesawat adalah 3x24 jam, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo beberap waktu lalu. Aturan ini sudah berlaku sejak 27 Oktober hingga 1 November 2021 mendatang.

Hasil Antigen Diizinkan untuk Perjalanan Pesawat di Luar Jawa Bali

Hasil tes rapid antigen masih diperbolahkan untuk perjalanan pesawat di luar Jawa Bali. Hal ini terdapat dalam Inmendagri Nomor 56 Tahun 2021 tentang Perubahan Inmendagri Nomor 54 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

"Untuk penumpang yang menggunakan pesawat terbang antar wilayah di luar Jawa dan Bali disamping menunjukkan bukti vaksinasi minimal dosis pertama, juga harus PCR (H-3) atau menunjukkan hasil tes antigen (H-1)," ungkap Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, dalam keterangan tertulis, Jumat (29/10/2021).

Syarat antigen yang berlaku 1x24 jam untuk penerbangan di luar Jawa dan Bali mempertimbangkan beberapa hal, yaitu:

  • Masih sangat terbatasnya laboratorium PCR yang ada di beberapa kabupaten/kota terutama antar pulau di luar jawa bali;
  • Untuk menerapkan prinsip kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menerapkan protokol kesehatan, karena mobilitas masyarakat yang meningkat melalui moda transportasi umum; dan
  • Untuk proses pengendalian dan antisipasi adanya potensi munculnya varian baru Covid-19.

Kini kepanjangan PCR adalah apa, aturan terbaru hingga masa berlaku sudah diketahui. Meski sudah ada kabar baik soal aturan perjalanan, protokol kesehatan harus tetap diperhatikan ya.


(izt/imk)