Kepanjangan PCR Adalah Apa? Ini Serba-serbi Tes PCR hingga Harganya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 29 Okt 2021 13:41 WIB
Petugas memasukkan hasil tes usap  dengan sistem Polymerase Chain Reaction (PCR) ke dalam tabung di Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium, Jakarta, Kamis (28/10/2021). Pemerintah melalui Kemenkes menetapkan tarif tertinggi harga pemeriksaan PCR untuk mendeteksi COVID-19 menjadi Rp275 ribu di Jawa-Bali dan Rp300 ribu untuk luar Jawa-Bali.  ANTARA FOTO/ Reno Esnir/foc.
Kepanjangan PCR Adalah Apa? Ini Serba-serbi Tes PCR hingga Harganya -- ilustrasi (Foto: ANTARA/RENO ESNIR)
Jakarta -

Kepanjangan PCR adalah apa jadi sorotan usai ditetapkan sebagai syarat wajib untuk moda transportasi pesawat udara. Padahal awalnya, syarat hasil antigen untuk penerbangan masih diperbolehkan selama penumpang sudah divaksin lengka (dua dosis).

Adanya dorongan dari berbagai pihak menyebabkan pemerintah mengambil kebijakan baru, yakni dengan menurunkan harga tes PCR serta menambah masa berlaku hasil tes.

Untuk informasi lebih lengkapnya, berikut ulasannya.

Kepanjangan PCR Adalah Apa?

Kepanjangan PCR adalah Real Time Polymerase Chain Reaction. Melansir Time, PCR merupakan mekanisme membaca kode genetik pada sampel untuk mengetahui keberadaan COVID-19. Test PCR merujuk pada Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Untuk melakukan test PCR, akan dilakukan dengan metode swab atau usap untuk mengambil sampel di pangkal hidung dan tenggorokan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganggap test PCR sebagai gold standard uji COVID-19.

Mekanisme test PCR menggunakan sampel RNA COVID-19 yang disalin balik untuk membentuk pasangan DNA. Salinan diperbanyak dengan PCR hingga terbentuk banyak rantai DNA, yang biasanya perlu waktu 6 jam hingga dua hari.

Kelebihan Test PCR adalah mampu memberikan hasil paling akurat. Meski begitu tes ini memerlukan waktu yang lebih lama dan hanya bisa dilakukan dengan tenaga terlatih.

Harga Tarif Tes PCR Terupdate

Kini kepanjangan PCR adalah apa sudah diketahui. Lalu bagaimana dengan tarif yang dipatok oleh pemerintah? Hal ini akan dijawab merujuk pada Surat Edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes No. HK 02.02/1/3843/2021 tanggal 27 Oktober 2021.

Dalam SE tersebut, tarif PCR yang awalnya sekitar Rp 500 ribu kini diturunkan. Saat ini Kementerian Kesehatan mematok harga Rp 275 ribu untuk di Jawa dan Bali dan Rp 300 ribu untuk di luar Jawa Bali.

Harga terbaru ini disepakati atas berbagai pertimbangan, seperti biaya pengambilan komponen jasa pelayanan, pelayanan SDM, reagen, bahan habis pakai, hingga komponen-komponen biaya lainnya. Meski begitu harga patokan tertinggi akan kembali ditinjau secara berkala oleh pemerintah.

"Dari hasil evaluasi kami hasil sepakati batasan tarif tertinggi pemeriksaan RT PCR Rp 275 ribu untuk Jawa-Bali dan Rp 300 ribu di luar Jawa-Bali," kata Dirjen Pelayanan Kesehatan Prof Abdul Kadir dalam Konferensi Pers virtual, Rabu (27/10/2021).

Kepanjangan PCR adalah apa sudah diketahui. Berikut informasi lain terkait PCR di halaman selanjutnya.