Mobilitas Warga Naik di Pusat Belanja, Begini Kondisi Pasar Tanah Abang

Nahda Rizki Utami - detikNews
Jumat, 29 Okt 2021 13:20 WIB
Mobilitas Warga Naik di Pusat Belanja, Begini Kondisi Pasar Tanah Abang
Kondisi Pasar Tanah Abang (Nahda Rizki Utami/detikcom)
Jakarta -

Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat, terlihat ramai didatangi pengunjung pada Jumat (29/10) siang. Meski PPKM sudah turun menjadi level 2, sejumlah pengunjung dan pedagang masih ada yang terlihat tidak menggunakan masker secara sempurna.

Pantauan detikcom pada Jumat (29/10/2021) pukul 10.00 WIB, terlihat sudah banyak pedagang yang mulai berjualan. Pengunjung juga terlihat antre memasuki pintu masuk Blok B Pusat Grosir Tanah Abang.

Saat memasuki pintu masuk, terlihat petugas mengecek suhu setiap pengunjung yang datang. Namun tidak terlihat pengecekan bukti vaksinasi COVID-19.

Mobilitas Warga Naik di Pusat Belanja, Begini Kondisi Pasar Tanah AbangMobilitas warga naik di pusat belanja, begini kondisi Pasar Tanah Abang. (Nahda Rizki Utami/ detikcom)

Mobilitas Warga Naik di Pusat Belanja, Begini Kondisi Pasar Tanah AbangMobilitas warga naik di pusat belanja, begini kondisi Pasar Tanah Abang. (Nahda Rizki Utami/ detikcom)

Di sisi luar, tampak pedagang kaki lima (PKL) yang sedang berjualan di sisi trotoar. Ada yang berjualan pakaian hingga masker. Terlihat juga beberapa motor yang terparkir di badan trotoar.

Sejumlah petugas Satpol PP Jakarta Pusat juga terlihat mengawasi mobilitas dan prokes pengunjung maupun penjual yang ada di Pasar Tanah Abang.

Mobilitas Warga Naik di Pusat Belanja, Begini Kondisi Pasar Tanah AbangMobilitas warga naik di pusat belanja, begini kondisi Pasar Tanah Abang (Nahda Rizki Utami/ detikcom)

"Iya kegiatan pengawasan prokes dan pengawasan pedagang," kata Kepala Satpol PP Jakarta Pusat Bernard Tambunan saat dihubungi, Jumat (29/10/2021).

Diketahui sebelumnya, Satgas COVID-19 mengatakan saat ini Indonesia berada pada titik terendah penularan virus Corona. Akan tetapi mobilitas warga disebut mulai mengalami kenaikan.

"Kondisi kasus Indonesia yang saat ini sedang berada di titik terendah dan telah menurun selama 15 minggu perlu kita pertahankan agar tidak kembali meningkat pada saat periode natal dan tahun baru," kata juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito dalam siaran YouTube BNPB seperti dilihat, Jumat (29/10/2021).

"Mobilitas penduduk yang terus meningkat menjadi tantangan terbesar dalam mempertahankan penurunan kasus, terutama seiring dengan menurunnya kasus dan pembukaan aktivitas sosial-ekonomi," lanjutnya.

Wiku menjelaskan saat ini Indonesia berhasil menurunkan kasus Corona. Oleh sebab itu, aktivitas ekonomi mulai dibuka.

"Saat ini ledakan kasus Indonesia telah berhasil ditangani. Di saat banyak negara lain menghadapi kasus signifikan, jumlah kasus di Indonesia terus menurun dan aktivitas sosial-ekonomi kembali dibuka," kata dia.

Imbas dari pembukaan aktivitas ekonomi itu, Wiku menyebut mobilitas warga meningkat. Kenaikan mobilitas ini tertinggi pada pusat perbelanjaan.

"Saat ini tren mobilitas sudah mengalami kenaikan, yaitu mencapai 22,14 persen di pusat belanja, 5,43 di taman, dan 2,86 persen di tempat retail dan rekreasi. Upaya kolektif seluruh lapisan masyarakat merupakan kunci dalam mempertahankan kondisi yang cukup baik ini," ucap Wiku.

Kepada warga, Satgas COVID-19 mengimbau agar tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Wiku menyebut setiap orang bertanggung jawab terhadap protokol kesehatan.

"Yang tidak lelah saya ingatkan adalah seluruh lapisan masyarakat wajib menerapkan disiplin protokol kesehatan terlebih di tengah aktivitas dan mobilitas yang semakin meningkat. Jika setiap orang bertanggung jawab untuk memakai masker, rajin mencuci tangan, dan sebisa mungkin menghindari kerumunan, saya yakin tantangan ke depannya yang kita hadapi seperti periode Natal dan tahun tidak akan menyebabkan kasus COVID-19," tuturnya.

(yld/yld)