Bamsoet Dukung Jokowi Angkat Usmar Ismail Jadi Pahlawan Nasional

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 29 Okt 2021 12:27 WIB
Bamsoet Dukung Jokowi Jadikan Usmar Ismail Pahlawan Nasional
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung langkah Presiden Joko Widodo yang akan menganugerahkan Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional. Adapun penghargaan ini rencananya akan diberikan saat perayaan Hari Pahlawan 10 November 2021 di Istana Bogor.

Selain dikenal sebagai Bapak Perfilman Nasional, Usmar Ismail juga terkenal sebagai sastrawan, wartawan dan anggota TNI di Yogyakarta dengan pangkat Mayor. Usmar Ismail pun pernah menjadi pendiri dan redaktur Harian Patriot (1966-1967) dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (1946-1947). Saat menjadi wartawan, Bamsoet menyebut Usmar Ismail pernah dijebloskan ke penjara oleh Belanda karena dituduh terlibat subversi.

Menurut Bamsoet, seluruh capaian tersebut membuat Usmar Ismail layak diberikan penghargaan

"Sejak dahulu sampai sekarang, wartawan senantiasa memegang peranan penting dalam memajukan perfilman Indonesia. Film juga terbukti berperan besar membangun karakter bangsa. Sebagaimana ditunjukkan Usmar Ismail melalui berbagai karya film yang ia hasilkan. Oleh sebab itu sudah selayaknya negara memberikan penghargaan besar terhadap insan perfilman, sekaligus membantu mengembangkan industri perfilman menjadi bagian dari ketahanan nasional," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (29/10/2021).

Hal ini ia sampaikan usai menghadiri Malam Anugerah Piala Gunungan Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XI, di Jakarta, Kamis (28/10).

Di kesempatan ini, Bamsoet menyebut FFWI XI telah melahirkan sejarah baru dalam perfilman Indonesia. Sebab, FFWI XI tidak hanya menilai karya film yang telah ditayangkan di bioskop, namun juga karya film yang ditayangkan di media Over The Top (OTT). Berbeda dengan festival film lain, FFWI XI juga membedakan tiga genre atau kategori penilaian, yakni komedi, horor dan drama.

"Dari setiap genre, ada sembilan unsur yang dinilai oleh Dewan Juri FFWI. Sehingga ada 27 piala untuk masing-masing pemenang. Ada juga 3 piala khusus yang diberikan kepada tokoh khusus. Dengan demikian FFWI menyiapkan 30 piala, terbanyak dibandingkan festival film lainnya. Dewan juri FFWI 2021 merupakan wartawan aktif dari 35 media dengan komposisi usia dan asal kota yang beragam. Ada kelompok usia muda 25-40 tahun dan usia matang 41-50 tahun. Ada yang berasal dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Solo, Medan, hingga Makassar," jelasnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan tingginya minat masyarakat untuk menonton film karya anak bangsa harus diimbangi dengan kualitas film tersebut. Untuk itu, ia mengimbau agar pemerintah dan para stakeholder turut mendukung industri perfilman di Indonesia.

Ia mengatakan jangan sampai kualitas perfilman menjadi turun lantaran tidak ada dukungan dari pemerintah maupun stimulus dari berbagai stakeholder. Terlebih saat ini masyarakat telah dapat kembali menonton film di bioskop.

"Di tahun 2018 dan 2019, jumlah penonton film Indonesia selalu menembus diatas angka 50 juta penonton. Pertumbuhan layar bioskop juga selalu meningkat. Dari 1.600 layar pada 2017, menjadi 2.000 layar pada 2018, dan naik sedikit menjadi 2.060 hingga triwulan 2020. Karena pandemi COVID-19 melanda mulai Maret 2020 hingga kini, menjadikan jumlah penonton dan layar bioskop stagnan. Namun kini seiring mulai terkendalinya pandemi COVID-19, bioskop juga sudah mulai bisa didatangi penonton," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, dalam acara tersebut, turut hadir Ketua Panitia FFWI XI Wina Armada Sukardi, Ketua Dewan Juri FFWI XI Shandy Gasella, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Hilmar Farid, dan Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari. Hadir pula para aktor ternama seperti Slamet Rahardjo, Anwar Fuadi, dan Deddy Mizwar.

(fhs/ega)