Bamsoet Pastikan Bendera Merah Putih Berkibar di WSBK Mandalika

Jihaan Khoirunnissa - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 23:04 WIB
Foto udara tikungan 16 lintasan Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (4/10/2021). Balap seri pemungkas musim kejuaraan dunia World Superbike yang jadwal semula akan digelar 12-14 November di Sirkuit Mandalika diundur sepekan menjadi tanggal 19-21 November 2021, Mandalika Grand Prix Association selaku penyelenggara dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan salah satu alasan diundurnya ajang balap WSBK di Mandalika dari tanggal aslinya karena adanya pertimbangan logistik dan pengiriman barang dan juga agar pelaksanaannya tidak bersamaan dengan final MotoGP yang berlangsung di Valencia. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/nz
Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo memastikan sebagai tuan rumah Indonesia tetap bisa mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di World Superbike (WSBK) 2021. Diketahui ajang balap internasional WorldSBK akan digelar pada tanggal 19-21 November 2021 bertempat di Pertamina Mandalika International Circuit.

"Berdasarkan komunikasi terakhir Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dengan Dorna Sport sebagai penyelenggara WSBK (Wolrd Super Bike) yang berkedudukan di Madrid Spanyol dan FIM, sanksi World Anti-Doping Agency (WADA) tidak berlaku surut. Mengingat kontrak kerja sama antara Dorna Sport dengan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) ditandatangani pada tahun 2019, sehingga dipastikan sanksi WADA tidak bisa diterapkan atas kegiatan WorldSBK 2021 di Mandalika. Karena, segala kegiatan yang sudah matang dan ditandatangani sebelum jatuhnya sanksi pada 7 Oktober 2021 masih dapat dilaksanakan," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (28/10/21).

Saat menerima jajaran Otomotif Kompas Group di Jakarta hari ini, Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan dari koordinasi yang dilakukan MGPA dengan Chief Sporting Officer Dorna Sports Carlos Ezpeleta pada 25 Oktober 2021, kontrak kerja sama Dorna Sports dengan MGPA terkait penyelenggaraan WSBK, Asia Talent Cup hingga MotoGP, ditandatangani pada tahun 2019. Dengan begitu sanksi WADA tidak bisa diterapkan atas kegiatan WSBK 2021 di Mandalika.

Lebih lanjut menurutnya Dorna Sports juga sedang menunggu konfirmasi akhir dari Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) selaku induk organisasi internasional untuk olahraga bermotor roda dua yang juga menjadi anggota WADA.

"Sebagai contoh, Rusia yang mendapatkan sanksi lebih berat dari WADA pada 9 Desember 2020, harus menerapkan sanksi dari WADA dalam pelaksanaan MotoGP karena kontrak kerja mereka ditandatangani setelah tahun 2020, pada saat sanksi sudah mulai diberlakukan. Di sisi lain, Rusia dapat tetap melaksanakan Formula 1 karena kontrak kerjanya ditandatangani sebelum tahun 2020," tutur Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menyebut pembalap yang mengikuti event balap di bawah naungan Dorna Sports selalu mengikuti prosedur pemeriksaan doping yang dikoordinir langsung oleh Dorna Sports, bukan oleh pemerintahan negara penyelenggara.

Selain itu, lanjut dia, Dorna Sports juga tidak segan menjatuhkan sanksi kepada pembalap yang melanggar. Tahun lalu misalnya, ada satu pembalap MotoGP yang tidak lolos tes doping oleh Dorna Sports langsung diberikan sanksi skors pelarangan ikut kejuaraan.

"Indonesia pernah menjadi tuan rumah WSBK dari 1994 hingga 1997. Setelah vakum selama 24 tahun, akhirnya Indonesia kembali dipercaya menyelenggarakan WSBK 2021. Terlebih dalam event kali ini, pembalap Indonesia, Galang Hendra Pratama dari Team Ten Kate Racing Yamaha, akan turun di kelas WorldSSP. Kebanggaan ini merupakan momentum kebangkitan kembali olahraga otomotif di Indonesia," pungkas Bamsoet.

(ega/ega)