Tekan Stunting, Tim Penggerak PKK Pusat Libatkan Swasta Manfaatkan CSR

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 22:18 WIB
Tekan Stunting, PKK Pusat Libatkan Swasta Manfaatkan CSR
Foto: Dok. Kemendagri
Jakarta -

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat terus mengajak berbagai pihak untuk berpartisipasi aktif dalam menurunkan angka stunting di Indonesia. Salah satunya, dengan menjalin kerja sama dengan sektor swasta yang memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

"Kita terus berupaya menekan angka stunting di Indonesia. Itu semua tidak bisa dilakukan sendiri, butuh partisipasi banyak pihak. Salah satunya dengan memanfaatkan program CSR dari perusahaan swasta, yang bisa mendistribusikan bantuan makanan bergizi ke daerah dengan angka stunting yang tinggi," ujar Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian dalam keterangan tertulis, Kamis (28/10/2021).

Hal ini dia ungkapkan saat menerima sejumlah paket bantuan makanan dan susu dari perusahaan Astra, Isuzu, dan Wuling di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (26/10).

Sebagai mitra kerja pemerintah, kata Tri, TP PKK mendapat amanat dan tanggung jawab untuk berpartisipasi aktif dalam percepatan penurunan angka stunting di Tanah Air. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang beberapa waktu lalu ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

"Untuk menurunkan prevalensi stunting ini, perlu gotong royong semua pihak. Ini tugas kita bersama, karena masalah stunting melibatkan multipihak. Baik itu pihak swasta, nonpemerintah, Ormas, akademisi, media, UKM dan mitra pembangunan untuk duduk bersama, apa yang bisa kita lakukan di wilayah kita. Seperti memastikan kecukupan suplai makanannya," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, perusahaan otomotif Astra, Wuling, dan Isuzu memberikan sejumlah paket bantuan berupa susu bayi, susu ibu hamil, dan makanan tambahan. Bantuan itu diserahkan langsung kepada TP PKK Pusat. Selanjutnya, melalui kerja sama dengan TP PKK di daerah, bantuan tersebut akan didistribusikan ke daerah-daerah yang angka stuntingnya tinggi.

Seperti diketahui, angka stunting saat ini berada pada kisaran 27,6 persen. Karena itu, Presiden telah menargetkan agar angka stunting dapat ditekan hingga angka 14 persen pada tahun 2024. Menindaklanjutinya, TP PKK Pusat berkomitmen untuk terus membantu pemerintah menekan angka stunting.

Berbagai upaya dilakukan, di antaranya dengan menggerakkan jaringan TP PKK yang memiliki struktur hingga tingkat desa dan kelurahan. Tentunya, upaya pencegahan dan penanganan stunting juga akan dilakukan dengan gotong royong, yang dimulai dengan pendampingan keluarga.

(akd/ega)