Keluarga Minta Amnesti Massal Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 20:03 WIB
Tim advokasi keluarga korban kebakaran Lapas Tangerang datangi Komnas HAM (Kadek-detikcom)
Tim advokasi keluarga korban kebakaran Lapas Tangerang mendatangi Komnas HAM. (Kadek/detikcom)

"Pada saat penandatanganan dokumen-dokumen saat penyerahan jenazah korban dengan kondisi yang berindikasi intimidatif, terdapat surat pernyataan yang diberikan kepada keluarga korban untuk ditandatangani, yakni berisi pernyataan tidak akan ada tuntutan ke pihak lapas dan pihak lainnya di kemudian hari," lanjutnya.

Dia juga mengatakan tidak ada pendampingan psikologis yang berkelanjutan kepada keluarga korban seusai penyerahan jenazah korban. Terakhir, katanya, ada pemberian uang Rp 30 juta oleh pemerintah yang dianggap tidak membantu keluarga korban.

"Pemerintah pasca penyerahan jenazah seolah lepas tangan dan tidak memberikan bantuan psikologis kepada keluarga korban yang setidaknya membutuhkan bantuan pengobatan dari trauma pasca kejadian kebakaran Lapas Tangerang. Berdasarkan keterangan keluarga korban, pemerintah memberikan uang setidaknya sejumlah Rp 30 juta. Uang tersebut dikatakan sebagai bentuk uang tali kasih dari pemerintah atas peristiwa kebakaran Lapas Tangerang," tuturnya.

Tim Advokasi Korban Kebakaran (TAKK) menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah:

1. Menuntut Pemerintah memulihkan status korban meninggal dengan memberikan amnesti massal terhadap korban meninggal.

2. Menuntut Pemerintah beriktikad baik untuk memberikan ganti kerugian yang layak sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga korban.

3. Meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran HAM atas peristiwa kebakaran Lapas Tangerang.

Kebakaran maut di Lapas Kelas I Tangerang terjadi pada Rabu (8/9) dini hari. Akibat kebakaran tersebut, sebanyak 49 napi tewas terbakar di lokasi dan puluhan lainnya terluka.


(dek/haf)