BNPB: RI Bisa Gelar Event Internasional dengan Prokes Standar WHO

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 18:25 WIB
Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito
Foto: Dian Utoro Aji/detikHealth-Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito
Jakarta -

Bali akan menggelar beberapa event berskala internasional dalam waktu dekat. Mulai dari event bulutangkis Masters Super 750 dan Indonesia Open 2021 pada November 2021, BWF World Tour Finalis pada Desember 2021, konvensi tentang bahaya merkuri bertajuk 'COP-4 Minamata Convention' pada Maret 2022 hingga KTT G-20 pada Oktober 2022.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Letjen TNI Ganip Warsito mengungkap beberapa strategi pencegahan dan penanganan COVID-19 telah disiapkan demi menyongsong beberapa event ke depan sesuai prosedur dan protokol kesehatan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurutnya, hal ini sekaligus akan membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menggelar sejumlah event internasional yang aman dari COVID-19.

"Kita harus bisa membuktikan kepada dunia, bahwa Bangsa Indonesia sanggup untuk melaksanakan event tersebut dengan tetap memperhatikan prosedur dan protokol kesehatan sesuai standar dari WHO," ujar Ganip dikutip dari laman resmi BNPB, Kamis (28/10/2021)

Hal ini ia sampaikan saat memberikan arahan dalam deklarasi Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan deklarasi Gojek Peduli Bencana se-Bali di Gianyar, Bali pada Senin (26/10).

Ia mengatakan sebelumnya Presiden Joko Widodo meminta secara khusus kepada seluruh pihak agar mengantisipasi adanya potensi lonjakan gelombang COVID-19. Tak hanya itu, Jokowi juga telah memberi arahan dan perintah bahwa strategi pencegahan dan penanganan COVID-19 menjadi dasar yang harus segera diimplementasikan.

Sebab, pemerintah juga telah memutuskan untuk membuka kembali pariwisata di Pulau Dewata sejak 14 Oktober 2021. Menurut Ganip, keputusan tersebut diambil atas pertimbangan dan evaluasi dari hasil penanganan COVID-19 di Bali yang dianggap baik dan siap untuk menerima kembali wisatawan maupun penyelenggaraan event-event nasional hingga internasional berskala besar.

"Keputusan ini tentu saja memiliki implikasi bahwa pemerintah daerah bersama masyarakat dan pelaku usaha benar-benar harus menyiapkan diri sebaik mungkin, agar pembukaan kembali kegiatan ekonomi bisa berjalan berkelanjutan dengan didukung dengan penerapan disiplin protokol kesehatan yang tinggi," jelasnya.

Ganip menambahkan semua pihak patut bersyukur bahwa pengendalian COVID-19 di Indonesia berjalan lebih cepat dan lebih baik dibandingkan negara-negara tetangga. Ia menilai banyak negara tetangga yang masih berjibaku dengan kenaikan kasus akibat serangan varian-varian baru dari penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini.

"Strategi utama pengendalian COVID-19 dari Pandemi menuju Endemi, yaitu dengan disiplin 3M yang kuat, pelaksanaan 3T yang tinggi, dan cakupan serta percepatan vaksinasi yang luas, wajib menjadi perhatian bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota," paparnya.

Lebih lanjut, Ganip mengungkap bahwa BNPB akan menjadi pengampu satu perhelatan internasional di bidang penanggulangan bencana, yakni Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) yang akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali pada Mei 2022 mendatang.

Simak video 'Jokowi: Tak Ada yang Aman dari Corona Sampai Semua Orang Aman':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)