Harga PCR Turun, 12 Ribu Turis Domestik Diprediksi ke Bali Saat Nataru

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 17:02 WIB
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Sui Suadnyana/detikcom)

Ia pun meminta para pengelola laboratorium RT-PCR menaati aturan dan tidak seenaknya mengubah harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

"Saya harapkan teman-teman di lapangan, terutama yang mengelola laboratorium jangan mengubah harga yang telah disepakati ini yang banyak keluhan yang saya temukan," pintanya.

Bahkan Cok Ace mengungkap bahwa sudah ada pihak penyedia layanan tes RT-PCR di Bali yang ditegur. Namun ia enggan mengungkap di mana lokasi layanan tes RT-PCR tersebut.

"Beberapa hari lalu, yang terjadi itu sudah ditegur langsung saya tidak tau pasti di mana lengkapnya tanya kepala dinas kesehatan. Saya menyayangkan, jangan seperti terjadi lagi," ungkap Cok Ace.

Cok Ace pun menduga ada permainan calo dalam permainan harga tes RT-PCR tersebut. Ia mengaku bakal melihat perkara tersebut secara jernih.

"Saya belum melihat murni itu dilakukan laboratorium, saya masih lihat apakah nanti ada calo lagi di sana dan kita harus jernih melihatnya. Jangan-jangan bukan di sana masalahnya, tapi di perantaranya," tutur Cok Ace.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali melakukan evaluasi mengenai batasan tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR. Kini harga tes RT-PCR menjadi Rp 275 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali serta Rp 300 ribu untuk di luar wilayah tersebut.

"Dari hasil evaluasi, kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR diturunkan menjadi Rp 275 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali serta sebesar Rp 300 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali," kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (27/10).