Jaya Property Beberkan Duduk Perkara Status Tanah yang Diklaim Ahli Waris

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 16:21 WIB
Fachrulian
Fachrulian (Bagus/detikcom)
Jakarta -

PT Jaya Real Property Tbk membantah seluruh klaim ahli waris Basyim yang mengaku memiliki tanah di kawasan Pondok Ranji, Bintaro. PT Jaya Real Property menegaskan perolehan tanah itu sudah sesuai dengan perundang-undangan dan kini memiliki sertifikat HGB sebagai alas hukum yang sah di mata hukum.

"Pertama atas tanah yang diklaim oleh Basyim, kami PT Jaya Real Property adalah pemilik tanah yang sah. Kenapa? kami sudah memiliki alas hak tanah yang sah yaitu sertifikat. Kami memperoleh sertifikat ini pun bukan baru sekarang. Kami memiliki sertifikat ini pun sudah cukup panjang. Sudah diuji BPN keasilannya, sudah diuji dilakukan pengukuran sudah dilakukan pengecekan, semuanya," kata tim legal PT Jaya Real Property, Fachrulian saat berbincang dengan detikcom, Kamis (28/10/2021).

"Sehingga SHGB sudah atas nama PT Jaya Real Property, sejak kurang lebih 2010," sambung pria yang akrab dipanggil Uli itu.

PT Jaya Real Property mempertanyakan balik kepada pihak ahli waris yang tiba-tiba mengklaim atas kepemilikan tanah seluas kurang-lebih 2 hektare itu. Ahli waris Basyim mengaku Basyim tidak pernah memperjualbelikan tanah kepada siapa pun. Hal itu dibuktikan dengan girik yang dikuasainya.

"Perlu saya pertanyakan kembali, ahli waris di dalam beberapa berita berita yang menyatakan kami adalah pemilik girik. Girik itu itu adalah tanah hak milik adat, sudah dicek belum ke kelurahan? Ada nggak tuh di kelurahan catatannya? Jangan-jangan sudah habis," kata Uli.

Dalam kesempatan itu, PT Jaya Real Property juga menyatakan dengan tegas girik Basyim sudah habis.

"Berdasarkan penelusuran kami ke kelurahan, girik atas nama Basyim sudah habis. Sudah diperjualbelikan oleh pihak yang menjual ke kami," beber Uli menegaskan.

Penguasaan tanah pun beralih dari pembeli satu ke pembeli lainnya hingga sekarang dibeli oleh PT Jaya Real Property.

"Sedikit saya cerita sejarahnya dan ini bisa diklarifikasi ke pihak kelurahan dan kecamatan, bahwa Basyim betul punya tanah/pemilik tanah asal pertama. Kemudian dibebaskan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk kavling P&K (kini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan-red). Setelah dari kavling P&K dibebaskan lagi oleh PT Permadani Interland. Nah, dalam penguasaan Permadani Interland, sudah ada SHGB atas nama Permadani Interland," kata Uli.


"Dan kami sebagai pembeli terakhir yang kami miliki sertifikat. Jadi kami ini pembeli terakhir. Kami ini adalah pembeli yang beritikad baik. Nah terlepas ada yang klaim ahli waris nggak pernah jual, nggak pernah apa, ya kami juga tidak tahu menahu," sambung Uli menegaskan.

Sebagaimana diketahui, ahli waris Basyim baru-baru ini mengaku sebagai pemilik tanah tersebut. Di mana Basyim meninggalkan ahli waris:

1. Suryadarma, meninggal pada 2017.
2. Nur Aini
3. Muhammad
4. Dewi Sartika, menikah dengan Rizal.

"Pak Basyim memegang girik, surat lengkap. Tidak pernah menjual tanah tersebut ke pihak mana pun," kata Rizal.

(asp/fjp)