Surya Paloh Mau Bisik-bisik Bahas Koalisi dengan Golkar

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 14:30 WIB
Surya Paloh
Surya Paloh (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Partai Golkar membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai mana pun. Ketua Umum Parta NasDem Surya Paloh mengatakan dirinya akan membahas koalisi dengan Partai Golkar secara pertemanan.

"Golkar mau (konsolidasi) nggak? Kan belum tentu, nanti kita lihat, kita coba bisik-bisik dulu ya. Kita duduk mungkin, secara pertemanan ya," kata Surya Paloh kepada wartawan di Hotel Redtop, Pecenongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/10/2021).

Menurutnya, pembahasan tersebut tak bisa dilakukan langsung secara formal. Ini disebabkan harus terdapat kesepakatan di awal di antara kedua belah pihak.

"Kesepakatan awal itu digagas oleh pdkt-pdkt yang bersifat informal, nah itu harus ada menyatukan dulu pikiran, apa yang terbaik," ungkap Surya Paloh.

Diketahui, partai mana pun yang hendak berkoalisi dengan Partai Golkar harus mengacu pada hasil munas (musyawarah nasional). Syarat munas itu menghasilkan Partai Golkar mengusung ketua umumnya, Airlangga Hartarto, maju menjadi calon presiden (capres) 2024.

"Kita belum bicara masalah pilpres, jadi kita belum bicara masalah konvensi dan sebagainya. Kalaupun koalisi, koalisi itu kan semua kemungkinan bisa terjadi," kata Waketum Golkar Adies Kadir kepada wartawan, Kamis (21/10/2021).

Adies menerangkan politik bersifat dinamis. "Namanya juga politik, semua bisa berubah. Tapi kita belum bisa bicara pilpres saat ini. Cuma kalau hasil munas kemarin, hasil rakernas dan rapimnas, kita sudah memutuskan mengusung Pak Airlangga Hartarto untuk menjadi capres. Jadi itu hasil munas dan rakerda."

"Kita prinsipnya terbuka terhadap semua partai. Kita tunggu saja dulu. Yang penting hasil munas kita kan sudah jelas gitu. Kalau berkoalisi kan juga harus mengacu pada hasil munas, kan gitu," lanjut Adies.

Adies menegaskan Golkar belum membicarakan dengan siapa partainya berkoalisi sejauh ini. Golkar tengah fokus bekerja membantu pemerintah dalam menangani pandemi.

"Belum, belum ada pembahasan koalisi, masih lama itu, sekarang kita bicara bagaimana masyarakat Indonesia bisa bebas, bisa melewati pandemi COVID. Itu yang paling penting," ujarnya.

"Makanya kita concern kerja... kerja... kerja..., membangkitkan ekonomi masyarakat, masyarakat sehat semua. Kita masih mikir itu. Karena 2024 masih lamalah, kita concern kerja aja dulu," pungkas Adies.

(ain/aud)