Ada Demo Mahasiswa-Buruh, Jalan Medan Merdeka Barat Ditutup

Kadek Melda - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 12:01 WIB
Jakarta -

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menggelar aksi demonstrasi memperingati Hari Sumpah Pemuda. Aksi akan berlangsung di depan Istana Negara, Jakarta, siang ini.

Pantauan detikcom, Kamis (28/10/2021), pukul 11.05 WIB petugas menutup Jalan Medan Merdeka Barat. Kendaraan tidak bisa melintas menuju Istana negara dan sebaliknya.

Jalan ditutup dengan barier oranye dan dijaga sejumlah aparat TNI-Polri. Kendaraan hanya bisa melintas dari Jalan Budi Kemuliaan menuju Jalan Medan Merdeka Selatan.

Tampak petugas mengenakan hazmat putih berbaris di depan patung kuda. Dua mobil Barracuda polisi juga terlihat bersiaga di lokasi.

Kawat berduri juga disiagakan. Sejumlah buruh mengenakan pakai merah mulai berdatangan ke lokasi.

Seperti diketahui, BEM Universitas Indonesia (UI) bersama aliansi buruh bakal menggeruduk Istana Merdeka, Jakarta, hari ini. Mereka bakal menggelar aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, yang jatuh pada hari ini.

"Evaluasi untuk negara ini belum selesai. Masih banyak hal yang harus disuarakan. Momentum dua tahun Jokowi-Ma'ruf harus digunakan untuk memberi evaluasi terhadap kinerja Kabinet Indonesia Maju," tulis BEM UI dalam akun Instagramnya, seperti dilihat, pada Kamis (28/10)

Titik aksi dari BEM UI berada di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Mereka berkumpul terlebih dahulu di kampus UI sekitar pukul 08.00 WIB.

Massa dari BEM UI ini nantinya akan bergabung dengan sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak).

Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Nining Elitos mengatakan ada sejumlah tuntutan yang diusung dalam unjuk rasa itu. Pertama, tuntutan mencabut UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Cipta Kerja dan berbagai aturan turunannya.

Gebrak juga mendesak penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK), setop kriminalisasi dan penangkapan aktivis, serta menjamin persamaan hak dan perlindungan bagi pekerja rumah tangga dan buruh migran.

Mereka juga menuntut jaminan perlindungan bagi buruh di berbagai sektor, pengusutan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, pengembalian 58 orang pegawai KPK, penghentian pembungkaman dan represivitas terhadap gerakan rakyat.

Beberapa elemen masyarakat yang berencana ikut aksi di Istana pada 28 Oktober antara lain Kasbi, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI), LBH Jakarta, YLBHI, SP-Perbankan, KPR, SEMPRO, LMND-DN, hingga GMNI-Presidium.

(aik/aik)