Solusi agar Aduan soal Spanduk Indomaret Tak Nyasar ke Kapolres Pasuruan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 11:30 WIB
Pantauan Indomaret Parkir Gratis di Bekasi
Pantauan Indomaret 'Parkir Gratis' di Bekasi (Karin/detikcom)
Jakarta -

Aduan soal pungutan liar (pungli) parkir di Indomaret Bekasi nyasar ke Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman. Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi itu pun memberikan solusi agar warga Bekasi tak lagi salah alamat dalam melayangkan aduan.

AKBP Arman meminta Polsek Bekasi Selatan hingga Polres Metro Bekasi membuat nomor hotline. Hotline tersebut nantinya digunakan untuk menerima aduan warga terkait aksi pungli dan premanisme di minimarket Bekasi.

"Saya sudah menyarankan Polsek Bekasi Selatan karena di situ tercantum Polsek Bekasi Selatan, kemudian Polres Metro Bekasi dan Bekasi Kota, juga sudah saya sarankan, tolong segera diklarifikasi dan diluruskan untuk membuat nomor yang tepat kepada Indomaret-Indomaret maupun pelayanan-pelayanan masyarakat yang membutuhkan," kata Arman kepada detikcom, Kamis (28/10/2021).

Arman menuturkan, dengan adanya hotline tersebut, warga bisa terfasilitasi dengan baik. Warga, lanjutnya, juga tak akan lagi salah alamat mengadukan dugaan pungli dan premanisme di Bekasi kepadanya.

"Sehingga nomor yang dihubungi masyarakat itu betul-betul nomor hotline Polres ataupun unit khusus yang menangani tindak pidana di Bekasi," jelas Arman.

Sejak ramainya kebijakan salah satu Indomaret di Bekasi yang meminta warga melapor polisi jika ditagih uang parkir, Arman memang kebanjiran aduan. Ponsel pribadi Arman panen laporan dari warga Bekasi lantaran nomor handphone-nya dicantumkan sebagai kontak Polres Metro Bekasi.

AKBP Arman sebelumnya memang menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Bekasi. Namun kini dia menjabat Kapolres Pasuruan Kota di Jawa Timur.

Arman mengungkapkan sudah dua hari ini banyak pesan elektronik dari warga Bekasi masuk ke nomornya. Kebanyakan dari mereka melaporkan adanya pungutan liar (pungli) hingga aksi premanisme.

"Salah satu Indomaret, saya nggak tahu Indomaret mana, mencantumkan nomor pribadi saya sebagai nomor Polres. Nah itu dua hari ini karena viral sudah puluhan yang WA saya terkait premanisme di Bekasi. Sementara saya kan sudah tidak di Bekasi," kata Arman.

Bahkan, kata Arman, warga tidak hanya mengeluhkan adanya praktik pungli dan premanisme di minimarket di Bekasi. Sejumlah pesan elektronik yang masuk juga mengkonsultasikan masalah hukum yang dihadapinya.

"Isinya rata-rata mengeluhkan adanya praktik pungli dan premanisme di minimarket-minimarket, baik Indomaret maupun Alfamart. Dan ada satu dua orang yang juga konsultasi hukum terkait hal lainnya bukan premanisme. Jadi nomor saya tuh jadi ramai. Padahal nomor pribadi," tutur dia.

Seperti diketahui, kebijakan Indomaret di Bekasi yang menggratiskan uang parkir menuai pujian di media sosial Twitter. Dalam spanduknya, Indomaret itu juga meminta konsumennya melapor ke polisi jika dimintai uang parkir.

Spanduk itu mencantumkan nomor polisi yang bisa dihubungi, yakni nomor Polsek Bekasi Selatan dan Polres Metro Bekasi.

"Parkir Gratis. Khusus konsumen Indomaret, apabila ada pihak meminta uang parkir dan Anda merasa dirugikan, silakan laporkan Pasal 368-371 KUHP ke Polsek terdekat," demikian potongan kalimat di spanduk warna kuning itu.

Lihat juga Video: Wanita Malah Marah saat Ditegur Parkir Depan Toko Orang, Ini Aturannya

[Gambas:Video 20detik]



(mae/fjp)